Monday, June 18, 2007

Fruit Tea School Party Awards

'FRUIT TEA SCHOOL PARTY AWARDS 2007'
Penghargaan Tertinggi Pertama di Indonesia bagi Aspirasi Kreatifitas & Kerja Keras Remaja, Memotivasi Pelajar Sekolah Membuat PENSI lebih berkualitas

FRUIT TEA SCHOOL PARTY AWARDS merupakan penghargaan tertinggi pertama di Indonesia yang diprakarsai oleh Fruit Tea Sosro kepada sekolah-sekolah menengah seluruh Indonesia yang telah membuat acara sekolah dengan baik & benar, berdasarkan 10 kriteria penjurian: Best Concept, Best Design, High Selling Ticket, Best Stage, Well Organized, Best Potential, Most Favorite Artist, School Party Achievement Award, Most Favorite School Party dan Best School Party.



Puncak acara 'Safe Tea First Carnaval', kegiatan Fruit Tea Sosro peduli pada generasi muda yang diselenggarakan oleh Fruit Tea Sosro, produsen teh siap minum rasa buah sebagai wujud kepeduliannya pada dunia pendidikan non formal di Indonesia sekaligus penghargaannya bagi para pelajar atas aspirasi kreatifitas & kerja keras mereka dalam membuat kegiatan internal sekolahnya (Pensi – pentas seni), ditandai dengan penyerahan FRUIT TEA SCHOOL PARTY AWARDS 2007 kepada para pemenang, dan digelar secara akbar & meriah dengan hadirnya para remaja, pelajar lomba pensi sekolah, para guru, pemerhati remaja serta artis-artis ibukota; Nidji, Stephen n Coconutrez, Ecoutez, Ikang Fauzi, Bagus Netral, Agus Ringgo & Nirina di Istora Senayan Jakarta, hari ini.

Dari sekolah peserta seluruh Indonesia yang turut dalam kegiatan tahunan Fruit Tea Sosro ini, telah terseleksi 21 sekolah menengah yang menjadi nominator dan berlomba mendapatkan pengakuan & penghargaan bergengsi pertama yang diperuntukkan bagi panitia acara / event organizer sekolah, berupa Piala FRUITTEA SCHOOL PARTY AWARDS 2007 serta uang sepuluh juta rupiah untuk setiap pemenang kategori.

"Yang jelas, anak-anak sekolah menengah ini akan lebih serius dalam membuat pensi di masa mendatang, karena sudah ada penghargaannya sekarang", ujar Yorgi Gusman, redaktur majalah Hai yang ditunjuk menjadi salah satu tim juri mendampingi tim juri Fruit Tea Sosro.


Hal tersebut diamini Teguh Andrianto, juri lainnya dari Kawanku sambil menambahkan bahwa suatu pensi yang baik & sukses tidak harus bergelimang dengan artis papan atas ataupun panggung yang megah, tetapi sejatinya adalah pensi yang bisa membawa nama sekolah mereka menjadi terkenal melalui acara-acara yang telah mereka buat.

"Inilah salah satu kepedulian kami pada dunia pendidikan informal Indonesia", ujar M. Aria Wahyudi, Brand Manager PT Sinar Sosro seraya menerangkan bahwa pihaknya optimis melalui FRUIT TEA SCHOOL PARTY AWARDS dapat memotivasi & mendidik pelajar untuk mengaspirasikan kreatifitas secara baik & benar dimulai dari lingkungan terkecil mereka di sekolah, yang kelak sangat berguna jika mereka terjun ke masyarakat.

Kegiatan penghargaan ini juga mendapat respon yang sangat positif dari pihak sekolah, seperti yang dituturkan Sr. Imelda CB., Kepala Sekolah SMU Tarakanita Jakarta bahwa, selain kegiatan ini sangat positif dan menjadi wadah bagi remaja menyalurkan kreatifitasnya, ajang ini juga membantu memberikan pelajaran informal bagi anak-anak didiknya agar lebih pandai bersosialisasi, bertoleransi, mengendalikan emosi & pandai bekerja dalam suatu tim / kelompok untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

PT Sinar Sosro yang dikenal sebagai produsen pelopor teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan pertama di dunia, kini telah menambah deretan prestasinya sebagai pebisnis pelopor pemerhati generasi muda yang menghargai kreatifitas & kerja keras mereka, melalui salah satu produknya yaitu teh rasa buah, Fruit Tea Sosro dengan mengadakan kegiatan FRUIT TEA SCHOOL PARTY AWARDS setiap tahunnya.

DAFTAR NOMINASI & PEMENANG
FRUIT TEA SCHOOL PARTY AWARDS 2007

(*) Pemenang Lomba


1. The Best Concept :
·
SMU Tarakanita (Tarki) I Jakarta (*)
· SMU Pangudi Luhur Jakarta
· SMU BOPKRI 1 Yogyakarta
· SMUK Frateran Surabaya
· SMU 68 Jakarta





2. The Best Creative Design :
· SMU Tarakanita (Tarki) I Jakarta
· SMUK Frateran Surabaya
· SMU 61 Jakarta
·
SMU 5 Bandung (*)
· SMU 68 Jakarta




3. The Highest Selling Ticket :
·
SMU 68 Jakarta (*)
· SMU 61 Jakarta
· SMU Tarakanita (Tarki) I Jakarta
· SMU 5 Bandung
· SMU Labschool Rawamangun Jakarta


4. The Best Stage :
·
SMU 68 Jakarta (*)
· SMU Pangudi Luhur Jakarta
· SMU 5 Bandung
· SMU 1 Bali
· SMU Tarakanita (Tarki) I Jakarta


5. Well Organized School Party :
· SMU 68 Jakarta (*)
· SMU Labschool Rawamangun Jakarta
· SMU Tarakanita (Tarki) I Jakarta
· SMU Pangudi Luhur Jakarta
· SMU 34 Jakarta

6. The Best Potential School Party :
· SMUK Frateran Surabaya (*)
· SMU 2 Bandung
· SMU 1 Bali
· SMU 1 Medan
· SMU 5 Bandung







7. School Party Achievement :
· SMA Pangudi Luhur Jakarta (*)







8. The Best School Party :
· SMU 68 Jakarta (*)
· SMU Tarakanita (Tarki) I Jakarta
· SMU 2 Bandung
· SMU Pangudi Luhur Jakarta
· SMU 5 Bandung


9. The Most Favorite School Party :
· SMU BOPKRI 1 Yogjakarta (*)












10. The Most Favorite Artist :
· The Upstairs
· Nidji (*)
· Ecoutez!
· Steven and The Coconuttreez
· Endank Soekamti
· Seringai

Read More...

Friday, October 06, 2006

Hadirnya TV Multi Channel

Ketika anda kanak-kanak, masih ingatkah anda acara kegemaran di masa kecil?

Mungkin sebagian besar dari anda akan dapat segera menjawabnya. Ini tentu saja masuk akal, karena kejadian apapun yang berkesan di masa kanak-kanak akan membekas hingga dewasa. Tidak terkecuali dengan suatu acara dalam tayangan televisi.

Begitu kuatnya sebuah tontonan yang disuguhkan oleh televisi, kadang juga berpengaruh pada perilaku anak di masa kecil.

Bagi kebanyakan anak Indonesia, perkenalan pertamanya akan kehidupan dan dunia di luar rumah adalah melalui televisi

Televisi memberikan imbas yang luar biasa besar bagi kehidupan masyarakat kita. TV multi-channel memiliki tayangan dan program yang didedikasikan khusus dalam memenuhi beragam selera. Tak hanya sesuai dengan usia, pendidikan, jenis kelamin maupun status sosial tertentu, tetapi ditujukan bagi kebutuhan semua lapisan masyarakat.

Seperti halnya sifat dasar TV multi-channel yang memiliki tayangan dan program acara khusus di setiap channelnya, memiliki perpaduan variasi acara, berita dan program-program yang memberikan informasi, mengedukasi dan menginspirasi, memberikan pandangan baru dan membantu kita untuk berwawasan lebih luas. Selain itu juga membantu menyadari bahwa kita memiliki kemampuan dalam mempelajari berbagai topik diluar batasan minat, latar belakang budaya bahkan pendidikan kita sendiri.

Belajar dari mereka yang berada di sisi lain dunia, mungkin sumbangan yang paling berharga dari TV Multi-channel bagi kita semua.


Kompas, 10 June 2006


Read More...

Friday, August 25, 2006

BIKE TO WORK DAY 2006

Aksi Simpatik Pekerja Bersepeda B2W-Indonesia,
mendukung Pemerintah DKI mengendalikan Pencemaran Udara


Dalam rangka mewujudkan lingkungan hidup yang lebih sehat bagi kita semua dan generasi penerus, Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia (B2W-Indonesia) melakukan serangkaian kampanye selama bulan Agustus 2006

bertema ’Galang Sejuta Pekerja Bersepeda!’ dengan mengajak lebih banyak lagi masyarakat serta para pemilik dan pengguna sepeda untuk ber-Bike-To-Work, yang bertujuan meningkatkan jumlah pekerja bersepeda, sehingga pemerintah bersama para pengusaha dapat segera mewujudkan jalur prioritas sepeda dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya bagi para pekerja bersepeda, serta memprakarsai BIKE-TO-WORK DAY (Hari Bersepeda ke Tempat Kerja) yang tahun ini jatuh pada hari Jumat, 25 Agustus 2006.

Bulan Aksi Simpatik Pekerja Bersepeda ini dihiasi dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Kampanye Bike-To-Work, yaitu mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai alternatif moda transportasi, terutama ke tempat kerja, dengan 2 (dua) kali seminggu berkonvoi sepeda keliling Jakarta membagikan flyer setelah pulang kantor, setiap hari Minggu membuka Pitstop B2W-Indonesia di Bunderan HI untuk memberikan klinik B2W dan membagikan biketag gratis, serta memasang poster di toko-toko sepeda dan gedung-gedung perkantoran tempat para anggota Komunitas bekerja.

Sebagai puncak rangkaian kampanye yang berujung pada Bike-To-Work Day tersebut, pada hari Jumat, 25 Agustus 2006 pukul 17.00 wib B2W-Indonesia menyelenggarakan konvoi sepeda bersama para pejabat Pemda DKI Jakarta, diantaranya Dr. Ing. H. Fauzi Bowo, Wakil Gubernur Provinsi DKI; Drs. H. Muhayat, Walikota Jakarta Pusat; DR. Taufik Yudi Mulyanto, M.Pd, Kadinas Olahraga Pemda DKI dan para artis Ibukota, serta dimeriahkan oleh seluruh anggota Komunitas Pekerja Bersepeda dan para pekerja bersepeda dari berbagai kalangan masyarakat se-Jabodetabek yang turut berpastisipasi dengan rute perjalanan: Silang Barat Daya Monas (ex Taman Ria Monas) – Thamrin – Bundaran HI – Thamrin – Silang Barat Daya Monas.

“Kehadiran Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia memberi arti positif untuk membantu Pemprov DKI Jakarta dalam melaksanakan Perda No.2 tahun 2005 tentang Pencemaran Udara”, ujar Dr. Ing. H. Fauzi Bowo, Wakil Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang sekaligus sebagai pelindung organisasi B2W-Indonesia dalam sambutannya di HUT ke-1 B2W Indonesia. Dan berharap kegiatan ini memberi pengaruh positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat, akan ancaman bahaya udara disamping memahami arti pentingnya udara bersih bagi kota Jakarta.

Hal ini dibenarkan oleh Toto Sugito Ketua Umum B2W-Indonesia, bahwa disaat kondisi BBM melambung, kemacetan dimana-mana dan tingkat polusi udara kota Jakarta yang tinggi (dengan predikat kota terpolusi no. 3 di dunia), sesungguhnya kendaraan sepeda sudah selayaknya mulai diberdayakan kembali sebagai sebuah solusi alternatif dan menjadikan sepeda sebagai moda transportasi yang murah, hemat, mengurangi polusi, mengurangi kemacetan serta menghemat BBM.

“Untuk itu, kami mengajak masyarakat berpartisipasi ber-Bike-To-Work ke tempat kerjanya masing-masing pada BIKE-TO-WORK DAY, agar lingkungan hidup yang lebih sehat bagi kita semua dan generasi selanjutnya dapat segera terwujud”, harapnya, seraya menjelaskan bahwa pihaknya mentargetkan sekitar lima ribu pemilik sepeda mencakup area Jabodetabek akan ber-Bike-To-Work ke tempat kerjanya masing-masing pada hari tersebut.


----------***----------


SEKILAS tentang B2W

Berawal dari sekelompok masyarakat penggemar sepeda dari Komunitas Sepeda Gunung Jalur Pipa Gas – BSD Tangerang yang memiliki semangat, gagasan dan harapan akan terwujudnya udara bersih di perkotaan khususnya Jakarta, maka lahirlah KOMUNITAS PEKERJA BERSEPEDA (Bike-To-Work Community
Kampanye Pertama terselenggara pada tanggal 6 Agustus 2004.

Terbentuk Susunan Pengurus B2W-Indonesia I, dan mendapat dukungan dari Wakil Gubernur DKI-Jakarta pada tanggal 27 Januari 2006.

Deklarasi & Pernyataan Bersama pada tanggal 27 Agustus 2005 bertempat di Balai Kota DKI Jakarta, bahwa Bike-To-Work Community bertekad untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai alternatif moda transportasi, terutama ke tempat kerja. Dan tanggal Deklarasi tersebut, juga ditetapkan sebagai tanggal kelahiran B2W-Indonesia.

VISI & MISI
o Visi: Terciptanya Lingkungan Hidup yang Sehat dengan Bersepeda
o Misi: Terciptanya Jalur Prioritas Sepeda
o Tema 2006: Cegah Polusi, Hemat BBM, Kurangi Macet, Sehat dan Bugar Beraktifitas

Prestasi B2W-Indonesia
o Penghargaan Clean Air Award dari Swiss Contact
o Dipatenkannya Logo B2W-Indonesia
o Anggota mailing list yang telah mencapai lebih dari 650 orang
o Diluncurkannya Website resmi B2W-Indonesia (http://www.b2w-indonesia.org)
o Terbentuknya B2W Chapter Aceh, Balikpapan, Bandung, Batam, Bogor, Makasar, Riau, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta.




Read More...

Sunday, July 23, 2006

OAKWOOD PREMIER COZMO JAKARTA

Topping Off Service-Apartment Mewah Fully-Furnished

Topping off ‘Oakwood Premier Cozmo Jakarta’ yang ditandai penanaman paku platinum oleh para top managemen Oakwood di atas atap bangunan setinggi 40 lantai berkonsep service-apartment mewah fully-furnished di kawasan Mega Kuningan telah dilaksanakan pada 21 Juli 2006, merupakan salah satu tanda resmi selesai dibangunnya konstruksi bangunan, sekaligus bukti pemenuhan target serta komitmen kepada para konsumen, dimana secara keseluruhan direncanakan akan selesai sekitar akhir tahun ini, dan akan beroperasi kwartal tahun 2007.


‘Topping off’ merupakan peristiwa tradisional yang dilakukan ketika rangka struktur utama dari sebuah proyek gedung bertingkat selesai dikerjakan. Peristiwa ini dirayakan bersama dengan para pendukung serta rekanan yang telah berperan secara signifikan dalam proyek tersebut untuk menandai ‘pengecoran beton terakhir’ pada lantai teratas struktur gedung, sekaligus merayakan kenyataan bahwa proyek telah berjalan lancar.

Perayaan acara topping off bertema ‘Your Best Investment has Arrived’ yang dihadiri oleh para buyer, agent, serta managemen Oakwood, PG Matthew – Managing Director Oakwood Asia Pasifik, Robert Philips – Marketing Director Oakwood Asia Pasifik dan Kan Kum Wah – Sales & Marketing Director PT Cozmo Internasional, dimeriahkan oleh penyanyi Syaharani dan violist Mayla Faiza, digelar di area apartemen rancangan SCDA, pemenang RIBA Worldwide Award 2005 dari Inggris, berlangsung hari ini di Jakarta.

Cozmo Internasional & Oakwood Asia Pacific

Apartemen berluas 51.000 m², yang dibangun di atas tanah seluas 5.458 m² oleh PT Cozmo Internasional dan dikelola oleh Oakwood Asia Pasifik yang mempunyai reputasi internasional dalam pengoperasian service-apartment memiliki keunikan tersendiri, dimana ‘Oakwood Premier Cozmo Jakarta’ merupakan satu-satunya service-apartment mewah fully-furnished yang memiliki standar hotel bintang lima pertama di Indonesia, memberikan program investasi tanpa kendala yang membebaskan para investor dari pengelolaan, pengoperasian & pemeliharaan apartemen tersebut setiap saat, sekaligus akan memberikan Return on Investment (ROI) dalam bentuk US dolar yang terjamin bagi para investornya.

Kan Kum Wah – Sales & Marketing Director PT Cozmo Internasional menjelaskan bahwa fasilitas apartemen berinterior classical-deco ini selain berstandar hotel bintang lima, juga memiliki fasilitas-fasilitas khusus, seperti layanan penitipan anak, evakuasi gawat darurat-pendaratan helikopter, residents’ lounge & sky lounge di lantai paling atas, yang akan memberikan kenyamanan, kemudahan serta keamanan kelas dunia bagi tiga kategori tenant-nya, yaitu: para traveler eksekutif ketika berbisnis di Indonesia, expatriate (orang asing) yang tinggal lama di Jakarta dan para holiday visitors.

Kum Wah juga menambahkan bahwa, 80% dari 250 unit apartemen yang menawarkan pembelian strata-title dengan skema leaseback ini ditujukan untuk investasi jangka menengah dengan pengembalian laba jangka panjang bagi para investor, sedangkan 50 unit sisanya dipasarkan sebagai unit yang dapat ditempati sendiri oleh pembelinya. ”Kami optimis Oakwood Premier Cozmo Jakarta akan menjadi pilihan utama bagi para investor yang mengerti bisnis ini, terbukti 75% unit telah terjual”, tandasnya.

Bagi para investor yang telah menanamkan modalnya dalam rupiah, dijamin menerima kembali 7% investasinya tersebut dalam US dolar. ”Sebagai investor di properti, yakinlah bahwa apartemen ini akan dipelihara dan dikelola dengan standar tinggi”, ujar Robert Philips – Marketing Director Oakwood Asia Pasifik seraya menjelaskan bahwa pihaknya telah berpengalaman sebagai penyedia jasa terdepan corporate-housing dan service-apartment yang mendunia sejak tahun 1960.

Read More...

Saturday, April 08, 2006

SNEAKER PIMPS JAKARTA


The World’s Largest Touring Sneaker Exhibition

‘SNEAKER PIMPs’ menghadirkan Nuansa Baru bagi Cultural Street–Art Lifestyle di Indonesia



Kehadiran pertamakali ‘SNEAKER PIMPs’, sebuah tur pameran sneaker terbesar dunia di Indonesia, atas prakarsa WhatNot Production dalam upaya memasyarakatkan dan memperkenalkan lebih dalam aliran seni street art, sneaker culture & designer toy art kepada masyarakat Indonesia selama dua hari pada tanggal 8-9 April 2006, secara resmi dibuka malam ini (8/4), di Semanggi Expo Jakarta.


Sneaker Pimps Jakarta selain menampilkan lebih dari 1.000 pasang sneaker dengan berbagai macam kategori, antara lain: sneaker rare / langka, limited edition / edisi khusus, vintage / antik, sneaker yang ditandatangani para selebrities, sneaker hasil kolaborasi para seniman dari berbagai belahan dunia, ditambah sneaker yang diilhami dari sejumlah artwork / karya seni, fashion dan photography, juga menghadirkan secara langsung artis-artis pembuat karya seni tersebut untuk pertamakalinya tahun ini, dalam rangkaian tur-nya di 20 kota seluruh dunia, mencakup Eropa, Amerika Selatan, Amerika Serikat dan Asia.

Kegiatan ‘Sneaker Pimps’ yang telah mengunjungi lebih dari 60 kota di penjuru dunia sejak tahun 2003 sehingga membuatnya terkenal sebagai ‘Pameran Gaya Hidup Seni-Budaya Jalanan Terbesar Dunia (cultural street-art lifestyle)’, kali ini di Jakarta akan dimeriahkan oleh Futura, artis grafiti legendaris dari New York yang sangat dikenal sebagai pembuat design character & art work grup band UNKLE; Ewok, artis grafiti dari New York; serta para artis customized sneaker internasional, seperti: Methamphibian dari Los Angeles dan SBTG dari Singapura, yang akan berdampingan dengan para artis grafiti lokal, seperti: Darbotz, Toter Crew, Tutu, Morden Crew, Kims, Ones-Artcoholic, the Slyndicates, Graver-Mase Crew, the Rats dan Arks-Fantastic Crew dalam mempertunjukkan keahliannya.


Aksi Futura, sang Legendaris Grafiti dalam 2 medium, dinding & sneakers


Ewok - Artis Grafiti New York

Dua artis customized sneaker int'l, Methamphibian - LA & SBTG - Singapura


Sebagai salah satu perusahaan sepatu internasional yang bekerjasama dengan Sneaker Pimps dalam menampilkan rare sneakers, Nike juga turut berpartisipasi memeriahkan Sneaker Pimps Jakarta dengan meluncurkan pertama kali di Indonesia sekaligus di Asia, ‘Nike ID’, sebuah kegiatan regular Nike Internasional yang diselenggarakannya bagi para pencinta sneaker seluruh dunia, agar mereka dapat berkarya sesuai kreatifitas & ekspresi mereka masing-masing yang dituangkan pada sneaker.

Nike ID Area


Dalam kegiatan Nike ID ini, Nike New York akan memproduksi secara khusus sebuah sneaker sesuai design mereka masing-masing sebagai hadiah bagi para pemenang kontes yang dinilai terbaik oleh para juri yang ditunjuk secara langsung oleh Nike.

Budaya Sneaker Pimps yang berakar kuat dengan budaya hip-hop juga menjadi salah satu fitur dari seluruh penampilan Sneaker Pimps Jakarta, dimana para DJ: Nasa, Cronik, David J, Sliqq aka Dhika dan DJ Dxxxt asal Jakarta dan Bandung akan berkolaborasi, ditambah dengan adanya pertunjukan langsung skateboard dan B-Boy (Breaker Dance) menambah kentalnya nuansa cultural street-art lifestyle yang diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap seni budaya tersebut.


Read More...

Tuesday, March 28, 2006

UPACARA ADAT DESA HINDU BEDUGUL BALI

SIAP MENYAMBUT ’BRATA PENYEPIAN’
UPACARA ADAT BALI DI LIMA DESA, MEMBUAT KAWASAN BEDUGUL BERSIH

Dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu yang jatuh pada tanggal 30 Maret mendatang, seluruh Desa Hindu di kawasan Bedugul melakukan serangkaian upacara adat: Melasti, Matur Piuning dan Guru Piduka selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 27-29 Maret 2006, dihadiri oleh para Bendesa masing-masing desa adat dan masyarakat setempat.






Ritual yang dilaksanakan di lima desa kawasan Bedugul: Pemuteran, Bukitcatu, Batusesa, Kembang Merta dan Candi Kuning ini, merupakan salah satu budaya keagamaan umat Hindu yang bertujuan mensucikan & membersihkan diri sebelum datangnya Brata Penyepian.

Bedugul yang memiliki 6 Desa Adat, terdiri dari: 5 desa adat Hindu dan 1 desa adat Islam, kali ini melaksanakan acara ritual ’Melasti’ secara unik. Selain upacara Melasti untuk pertama kalinya dilaksanakan secara berurutan di seluruh desa adat Hindu kawasan Bedugul yang dipimpin oleh masing-masing Bendesa: Nyoman Sukita (Kembang Merta), Nyoman Suta (Bukit Catu), Gusti Wija (Candi Kuning), Widia Arsana (Batusesa), Mustika (Pemuteran), lokasi upacara ini juga dilakukan di tepi Danau Beratan Bedugul, Kabupaten Tabanan – Bali yang bernuansa indah & elok.





Masyarakat Desa Hindu Candi Kuning menuju Danau Beratan

Upacara Desa Adat Hindu di Danau Beratan Bedugul Tabanan Bali

Upacara Melasti yang dilaksanakan dua hari pada tanggal 27 Maret 2006 (Bukit Catu & Kembang Merta) serta tanggal 28 Maret 2006 (Batusesa, Pemuteran dan Candi Kuning) bagi umat Hindu Dharma, merupakan sarana introspeksi diri seraya memohon pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan YME) untuk dapat mencapai penyucian diri yang sempurna sebagai bekal melaksanakan Catur Brata Penyepian, yaitu: Amati Geni (tidak menghidupkan api), Amati Karya (tidak melakukan kerja), Amati Lelungan (tidak bepergian) dan Amati Lelanguan (dilarang mendengarkan musik, lagu dan menonton TV) tepat pada Hari Raya Nyepi.

Sedangkan Upacara Matur Piuning dan Guru Piduka yang dilakukan pada tanggal 29 Maret 2006, merupakan acara pemberitahuan kepada Tuhan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan permohonan maaf serta pengampunan manakala umat secara sengaja atau tidak sengaja telah melakukan kesalahan yang mengakibatkan munculnya musibah, sekaligus memohon ampunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar tidak melanjutkan kemarahanNYA.


Dengan demikian masyarakat dan adat maupun kawasan Bedugul dapat menjadi bersih dari segala kekotoran, jauh dari bencana dan pengaruh buruk. Selanjutnya dengan kesucian jiwa yang baru, warga Bedugul dapat siap melakukan ’Brata Penyepian’ agar kelak dapat hidup selaras dengan alam semesta.


Check this out
Kompas


Read More...

Saturday, October 01, 2005

KRISIS KESEHATAN PERSENDIAN ASIA

Secara Utuh Krisis Kesehatan Persendian Asia* Dikupas
Dalam Studi Terkini Menunjukkan 57 Juta Orang Penderita pada 2020


* Studi dilakukan di lima Negara Asia: Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia dan Indonesia


Berdasarkan hasil riset terbaru pada “Simposium Kesehatan Persendian 2005” di Hongkong lalu (27/9), akan banyak negara maju Asia* menghadapi ‘bom waktu’ masalah kesehatan persendian.


Dalam rangka menyebarluaskan informasi mengenai hal tersebut dan memenuhi komitmennya untuk selalu peduli pada kesehatan masyarakat dalam melakukan perawatan secara natural berdasarkan bukti-bukti ilmiah, serta peluncuran nama baru Seven Seas Joint Health yang akan lebih dikenal sebagai ’Seven Seas JointCare’ di Indonesia, PT Merck Tbk mengadakan diskusi sekaligus media briefing, dihadiri oleh Prof. Handono Kalim – Chairman of Indonesian Rheumatologist Association and Lecturer in University of Brawijaya, Malang, Robert Syarif – Public Figure sekaligus mantan atlit, R. Stock – President Director PT Merck Tbk serta Djoni Murwanto – Marketing Manager Consumer Health Care (CHC) PT Merck Tbk, yang dilaksanakan pagi hari ini (30/9), di Jakarta.

Simposium Kesehatan Persendian 2005 yang diselenggarakan oleh Merck Consumer Health Care (CHC), induk perusahaan global bisnis farmasi-kimia Merck, dihadiri oleh Amye Leong - pembicara resmi PBB untuk Dekade Tulang dan Persendian 2000-2010, pakar dan media internasional, diisi oleh pemaparan terperinci hasil riset penelitian ilmiah Professors Bruce Caterson dan Professor John Harwood dari Cardiff University, Inggris, yang untuk pertama kalinya menyediakan bukti-bukti klinis peranan Cod Liver Oil dalam memelihara kesehatan persendian. Kandungan aktif dalam Seven Seas Joint Health adalah Cod Liver Oil, sumber utama dari Omega 3 / Tri-Omega.

Cardiff University meneliti penggunaan Omega 3 / Tri-Omega fatty acids dalam sistem tubuh untuk mempelajari efek metabolisme kartilago. Penelitian ini merupakan penelitian yang pertama di dunia untuk menjelaskan tidak hanya bagaimana, tetapi juga mengapa Cod Liver Oil (CLO) efektif dalam membantu memperlambat kerusakan kartilago dan menurunkan mediator inflamasi yang umumnya berhubungan dengan arthritis. Hasil penelitian ilmiah terbaru Professor Caterson dan Professor Harwood dalam menemukan keefektifan Omega 3 (Cod Liver Oil) ini, akan dipublikasikan pada awal 2006.

Penelitian oleh Internasional Institute Synovate dilakukan di lima negara Asia – Indonesia, Malaysia, Hong Kong, Singapura dan Taiwan, secara khusus diminta oleh Merck Consumer Health Care, menyatukan para akademis terkemuka, professional kesehatan dan pakar kesehatan persendian dari Asia, Eropa dan Amerika, diantaranya Amye Leong, pembicara resmi PBB untuk Dekade Tulang dan Persendian 2000-2010, yang menjelaskan tujuan utama dari salah satu inisiatif penting kesehatan global PBB sekaligus berbagi pengalaman mengenai perjuangannya yang melelahkan dengan arthritis. Ia juga mengkhawatirkan adanya populasi masyarakat lansia di Asia, sehingga problem kesehatan persendian akan menjadi lebih buruk.

“Penyakit persendian merupakan masalah yang meningkat di Asia dan dunia. Hal ini juga merupakan problem yang diremehkan; 355 juta orang di seluruh dunia menderita arthritis dan diprediksikan pada tahun 2025, kelainan degeneratif pada tulang & persendian akan menjadi penyebab umum cacat fisik. Banyak hal perlu dilakukan oleh pemerintah, industri dan komunitas medis untuk meningkatkan kepedulian dalam mencegah kondisi persendian tersebut”, katanya seperti yang dikutip oleh R. Stock – President Director PT Merck Tbk.

Pertama kali secara utuh krisis potensial kesehatan persendian yang dialami oleh lima negara di wilayah regional tersebut, ditemukan bahwa lebih dari satu dari empat orang dewasa (26%) berumur antara 29 sampai 64 tahun menderita problem kesehatan persendian selama 12 bulan ke belakang. Ditambah lagi, dari para penderita ini, hampir satu dari dua (47%) mengatakan bahwa kondisi mereka telah berpengaruh secara signifikan terhadap kehidupannya sehari-hari.

Menurut Djoni Murwanto – Marketing Manager Consumer Health Care (CHC) PT Merck Tbk, penelitian terkini Synovate memperlihatkan keinginan kuat dari para konsumen untuk menjaga pola hidup sehat. Data tersebut memperlihatkan bahwa 82% orang dewasa sudah melakukan olahraga secara rutin sementara 78% mengaku menjalankan pola makan sehat. Secara signifikan lebih dari setengah responden (63%) juga mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas (over-the-counter/OTC) untuk mengatasi sakit persendian mereka.

Perhitungan berdasarkan angka resmi menunjukkan perubahan demografi pada populasi masyarakat berumur antara 50 dan 64 meningkat secara mengejutkan sebesar 62% pada tahun 2010 di wilayah survey Asia*. Artinya, lebih dari 57 juta orang menderita problem persendian, termasuk kerusakan kartilago dan inflamasi menyakitkan yang umumnya berhubungan dengan arthritis. Hal itu, menunjukkan perbedaan yang jelas antar negara tetangga. Di Indonesia, misalnya, 44% orang yang disurvey pernah mengalami masalah kesehatan persendian dalam 12 bulan terakhir dibandingkan dengan Taiwan hanya 16%.

Lebih lanjut, pada kelompok umur 50-64, dimana problem persendian sering memerlukan intervensi operasi besar, termasuk operasi pengganti lutut dan panggul, perbedaannya menjadi semakin nyata. Di Indonesia misalnya, 65% orang di kelompok tersebut dilaporkan mengalami sakit persendian dibandingkan dengan Hong Kong, hanya 39%.

Robert Syarif, mantan atlit binaragawan dan juara nasional angkat besi 1972, menuturkan pengalaman pribadinya dan merasa beruntung tidak termasuk dalam kelompok 65% tersebut di atas. Purnawirawan Brimob yang hingga usia lanjutnya kini masih aktif melakukan berbagai kegiatan tanpa terhalangi oleh masalah kesehatan persendian, sangat merasakan manfaat yang besar karena mengkonsumsi makanan bergizi yang mengandung Omega 3 (CLO) sejak muda. Aktor yang digemari pemirsa TV seluruh Indonesia melalui perannya sebagai om Jin, berharap agar generasi muda sekarang juga dapat turut merasakan manfaat yang telah diperolehnya jika mereka telah berusia lanjut, dengan menjalankan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan sendi sejak dini.

“Penelitian baru yang penting bagi kesehatan persendian di Asia ini, juga mengungkapkan hal-hal menakjubkan sehubungan dengan kehidupan dan tingkah laku para penderita, sehingga muncul permintaan besar dan luas yang belum terpenuhi untuk pengobatan natural berdasarkan pembuktian yang ada di pasar obat bebas (over the counter / OTC),” kata Djoni Murwanto – Marketing Manager Consumer Health Care (CHC) PT Merck Tbk.

“Hal ini tidak hanya menambah kepercayaan kami, bahwa brand Seven Seas JointCare dapat menjadi pemimpin pasar di Indonesia, tetapi – seperti komitmen kami terhadap ilmu pengetahuan – juga dapat turut membantu mencegah ‘bom waktu’ kesehatan persendian yang siap meledak dengan melakukan kontribusi signifikan untuk meringankan penderitaan para penderitanya.”

Read More...

Tuesday, September 27, 2005

JOINT HEALTH SYMPOSIUM - Hong Kong

Full Extent of Asia* Joint Health Crisis Revealed as
New Study Points to 57 Million Sufferers by 2020

*Market sizing information based on estimates for Asia markets including
Indonesia, Malaysia, Singapore, Taiwan, Hong Kong and Thailand.


Many of Asia’s leading economies* are facing a joint health ‘time bomb’ according to new research presented today to an international gathering of experts.


The research uncovers for the first time the full extent of a potential joint health crisis facing five key countries in the region. It reveals that more than one in four adults (26%) aged between 29 and 64 suffered joint health problems in the last 12 months. In addition, of these sufferers, almost one in two (47%) say their condition has impacted significantly on their daily lives.

Guests at the Symposium, which featured a key-note address by Amye Leong, official spokesperson for the United Nations endorsed Bone and Joint Decade 2000-2010, were also warned that due to an ageing population in Asia, the joint health problem is set to deteriorate.

The research, conducted by leading international research institute Synovate and commissioned by Merck Consumer Health Care, was presented at the 2005 Joint Health Symposium, which brought together leading academics, healthcare professionals and experts in joint health from Asia, Europe and the Americas.

According to calculations based on official figures, demographic changes will see the population aged between 50 and 64 increase by a staggering 62% by 2010 in the five Asian markets surveyed*. In human terms, this will see more than 57 million sufferers beset by joint problems including damaged cartilage and painful inflammation commonly associated with arthritis.

The research conducted in five Asian markets – Indonesia, Malaysia, Hong Kong, Singapore and Taiwan – also highlights striking differences between neighboring countries. In Indonesia, for example, 44% of people questioned had suffered from joint health problems in the last 12 months compared to just 16% in Taiwan.

Furthermore, in the key 50-64 age group, where joint problems often require major surgical intervention, including knee and hip replacements, the differences become even more marked. In Indonesia for example, 65% of people from this age group reported joint pains compared to just 39% in Hong Kong.

The 2005 Merck CHC Joint Health Symposium

The 2005 Joint Health Symposium was convened by Merck Consumer Health Care (CHC), a wholly-owned subsidiary of the global Merck pharma-chemical business, to mark the launch of its Seven Seas Joint Health brand across Asia.

In addition to UN Bone and Joint Decade spokesperson Amye Leong, the audience of international experts and media also heard details of recent scientific research from Professors Bruce Caterson and John Harwood of Cardiff University in the United Kingdom, which for the first time provides clinical evidence of the role Cod Liver Oil can play in the maintenance of healthy joints. The active ingredient in the Seven Seas joint health brand is Cod Liver Oil, a primary source of Omega 3 / Tri-Omega.

The Cardiff University studies used Omega 3 / Tri-Omega fatty acids in culture systems to study their effects on cartilage metabolism. These studies were among the first in the world to demonstrate not only how but also why Cod Liver Oil (CLO) is effective in helping slow down the progression of cartilage destruction and reduced inflammatory mediators commonly associated with arthritis.

Professor Caterson and Team from Merck Indonesia

Professor Caterson and Professor Harwood’s latest scientific results, demonstrating the efficacy of Omega 3 (Cod Liver Oil) is planned to be published in early 2006.

Amye Leong, spokesperson for the United Nations-endorsed Bone and Joint Decade, addressed the audience about her devastating personal battle with arthritis as well as outlining the key objectives for one of the UN’s most important global health initiatives.

“Joint disease is an increasing problem in Asia and across the world. It is also a problem which is severely underestimated; 355 million people across the globe suffer from arthritis and it is predicted that by 2025, degenerative bone and joint disorders will be the commonest cause of physical disability. Much more needs to be done by governments, industry and the medical community to help raise awareness of how to prevent joint conditions” she said.

The launch of Seven Seas Joint Care

Leading executives from Merck CHC and Seven Seas spoke at the Joint Health Symposium about their commitment to make evidence-based natural treatments available to consumers across Asia.
In 2005, Merck CHC will launch its Seven Seas Joint Health brand in Hong Kong, Malaysia, Singapore, Indonesia and Taiwan. The brand will also go on sale in Thailand in 2006.

In Indonesia the Seven Seas Joint Health brand will be launched on September 30th, 2005 and will be known as Seven Seas JointCare.

Professor Handono Kalim, MD, PhD - President of Indonesian Rheumatology Association, discussing Arthritis in Indonesia to Indonesian Jounalists during country break-out session


According to Merck CHC, the latest Synovate research demonstrates a strong desire among consumers to maintain a healthy lifestyle. The data shows that 82% of adults already exercise regularly while 78% claim to eat a healthy diet. Significantly more than half of respondents (63%) also take over-the-counter treatments for their joint pains.

“This important new research into joint health in Asia, which also includes fascinating insights into the lives and attitudes of sufferers, suggests that there is a strong and largely unmet demand for evidence-based natural treatments that are available over the counter (OTC),” said Chris Zanetti, Managing Director of Seven Seas.

“This not only gives me confidence that the Seven Seas Joint Health brand can become a market leader in this region, but – as our commitment to science demonstrates – can also help to prevent a joint health time bomb exploding by making a significant contribution in alleviating the pain of sufferers.”


Read More...