Sunday, October 10, 2004

ENFA A+ SMART SYSTEM

“Perpaduan Stimulasi dan Nutrisi Menuju Kecerdasan Optimal”

Anak-anak berusia ± 2-4 tahun bermain dengan berbagai mainan yang dapat memacu kreatifitas & perkembangan otak mereka dengan ditemani oleh pembimbing Enfa Family, sambil menunggu orangtua mereka mengikuti acara talkshow & diskusi yang diselenggarakan PT Mead Johnson Indonesia, bertema: “Enfa A+ Smart System: Perpaduan Stimulasi dan Nutrisi Menuju Kecerdasan Optimal”, yang dilaksanakan pada Sabtu (9/10), di Jakarta.



Dr. Hartono Goenardi, Sp.A – Konsultan Tumbuh Kembang Anak RSCM

Dr.H.Soepardi Soedibyo, Sp.A – Konsultan Gizi Anak RSCM

Dra. Mayke S Tedjasaputra, M.si – Psikolog & Play Therapist mengajak pasangan muda untuk melakukan gerakan-gerakan serta mengajarkan cara men-stimulasi yang dapat merangsang janin kelak lahir & tumbuh optimal nya. Dengan dibantu Shahnaz Haque – Moderator
ditunjukkan pula permainan-permainan bagi anak yang dapat
men-stimulasi kecerdasan mereka secara optimal.



Read More...

Wednesday, July 07, 2004

ANEMIA HADIR TANPA DISADARI, WASPADAI !!!

‘INDONESIA BEBAS ANEMIA’ MENDUKUNG PROGRAM
MENUJU INDONESIA SEHAT 2010


Turut membantu pemerintah (DepKes) untuk mewujudkan kesuksesan programnya ’Menuju Indonesia Sehat 2010’ melalui sosialisasi konsep hidup sehat, PT Merck Tbk, produsen obat Anti Anemia – Sangobion, sebagai penyelenggara kegiatan tahunan berkala anti anemia bertema ’INDONESIA BEBAS ANEMIA’ di berbagai propinsi Indonesia yang berkonsep edukasi untuk mengajak mereka mengenal lebih dalam Anemia dan tidak menganggap remeh penyakit tersebut, memaparkan kegiatannya tahun 2004 ini & disertai diskusi santai seputar penyakit darah yang dipandu Dr. Syafrizal Syafei, K.H.O.M. - Konsultan Hematologi Onkologi Medis RSCM, RSKD, FKUI.


Sedikit masyarakat Indonesia yang mengerti & mau menjalani konsep hidup sehat serta memahami tentang pentingnya zat besi pada darah bagi kesehatan tubuh, terbukti dari 500-600 juta orang penderita Anemia di dunia, 30-55% nya berasal dari Indonesia.

Mereka tidak menyadari bahwa tubuh mereka rentan akan penyakit yang dapat menggangu produktivitas kerja, salah satunya ’Anemia’. Penyakit darah yang timbul akibat masalah gizi utama tak tercukupi dengan baik, seperti timbulnya keluhan 5L: Lelah, Letih, Lemah, Lesu dan Lunglai; pucat; mata berkunang-kunang; nafsu makan berkurang dan memiliki sifat apatis, sehingga mengakibatkan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah menjadi tidak normal, dimana fungsi Hb untuk membawa oksigen ke dalam tubuh tidak berjalan dengan baik. Ungkap Dr. Syafrizal Syafei, K.H.O.M., seraya menambahkan bahwa zat besi dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik dari nabati, hewani maupun suplementasi zat besi.

“ Program suplementasi zat besi di Indonesia sudah dilaksanakan sejak 1970, namun hasilnya masih jauh dari harapan ”, ujar Djoni Murwanto, Marketing Manager Consumer Health Care (CHC) PT Merck Tbk, menjelaskan bahwa untuk itu pihaknya sejak tahun 2002, melalui program Sangobion ’Indonesia Bebas Anemia’ bekerjasama dengan instansi pemerintah terkait setempat telah melaksanakannya di beberapa daerah propinsi Indonesia, seperti: Jawa Timur dan Jawa Barat.

Dan akan terus dijalankan secara bertahap & berkesinambungan ke daerah Indonesia lainnya, agar para remaja usia sekolah menengah pertama & menengah atas, para wanita masa reproduktif, anak-anak, orang dewasa serta masyarakat Indonesia pada umumnya memahami pentingnya kandungan zat besi dalam tubuh dan tidak menderita Anemia yang tanpa disadari oleh mereka dapat menurunkan produktifitas kerja hingga 20%.

Di tahun ini, program tersebut tengah berjalan di propinsi Sumatera Utara dengan melibatkan beberapa Kabupaten, antara lain: Medan, Pematang Siantar dan Kisaran. “ Kami optimis program ’Indonesia Bebas Anemia’ ini dapat turut membantu pemerintah dalam menanggulangi penyakit anemia sehingga ‘Menuju Indonesia Sehat 2010’ dapat terwujud ”, tutupnya.

Ditambahkan pula oleh Dr. Risa Anwar, Head of Medical Department PT Merck Tbk, bahwa selain mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat, PT Merck Tbk juga melakukan pemeriksaan gratis dalam menjalani programnya dan bila ditemukan adanya penderita Anemia saat pemeriksaan tersebut, maka si penderita akan diberikan Sangobion, dimana didalamnya mengandung suatu Fe (zat besi) untuk mencegah Anemia & vitamin B12 untuk sintesa factor intrinsic.

Serta suatu formula khusus, yaitu zat ‘Sorbitol’, yang berfungsi meningkatkan absorpsi zat besi tanpa menimbulkan efek konstipasi / sulit buang air & rasa mual, sehingga berdampak pada peningkatan jumlah Hb darah mencapai 1,2 gr% dalam jangka waktu ± 2 minggu dibanding tanpa formula khusus tersebut, yang hanya meningkat sebesar 0,4 gr% dalam jangka waktu yang sama.

Sadar akan keberadaannya tidak hanya berada dalam lingkungan pebisnis tetapi juga berada dalam lingkungan masyarakat, PT Merck Tbk telah banyak mewujudkan cinta kasihnya kepada masyarakat tidak hanya melalui program kampanye Anti Anemia saja, tetapi juga melalui serangkaian program lainnya, antara lain: Pelayanan masyarakat dalam bidang terapi diabetes, seminar safety (keamanan) bagi para pelanggan, pemeriksaan air & air limbah, hingga dilaksanakannya 70 seminar publik.


Read More...

Wednesday, January 28, 2004

Delivery Ceremony of The First CN 235-220 to Pakistan Air Force

Serah Terima Pesawat CN 235-220 pertama dari empat Pesawat pesanan Pakistan Airforce kepada Indonesia' dilaksanakan oleh Managemen PT Dirgantara Indonesia yang diwakili oleh Direktur Utama PTDI, Edwin Soedarmo kepada Base Commander Chaklala Pakistan, Air Commodore Kazim Ali Awan beserta rombongan di Bandung, Jawa Barat hari ini (28/1).

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Edwin Soedarmo dan Base Commander Chaklala Pakistan, Air Commodore Kazim Ali Awan berjabat tangan menandai serah terima pesawat


Para jurnalis & photografer-pun turut merasakan terbang bersama pesawat CN-235 dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung.



Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 40 menit, membawa mereka untuk dapat melihat & meninjau langsung ‘Pabrik Pesawat PTDI’ di Bandung. Kesempatan berbincang langsung dengan jajaran direksi PTDI mengenai keberadaan perusahaan tersebut serta isu-isu karyawan yang sedang hangat diperbincangkan juga dilaksanakan di Kantor Pusat PTDI Bandung, Jl. Pajajaran 154, Bandung, Jawa Barat.

Super PUMA, salah satu helicopter yang menjadi produk andalan PTDI dan
banyak dipakai oleh pihak swasta nasional dan negara-negara sahabat


Read More...

GRAND 'PETRONAS MALAYSIAN' PRIX 2004

Keunikan SIRKUIT INTERNASIONAL SEPANG Membawa ‘THE WORLD’S HOTTEST RACE’ Bagi Para Pembalap Dunia & Pencinta Motorsports


Sehubungan akan diselenggarakannya ‘Petronas Malaysian Grand Prix 2004’, ajang bergengsi perlombaan motorsports dunia & event F1 terbesar, Sirkuit Internasional Sepang sebagai penyelenggara sekaligus tuan rumah putaran kedua Kejuaraan Dunia Formula Satu berkunjung ke Indonesia pada hari ini (27/1),

guna menjelaskan secara terperinci berbagai program & kegiatan spesial yang dapat dinikmati oleh para pencinta motorsport dunia dan sekaligus mengajak masyarakat Indonesia untuk turut menyaksikan secara langsung ’The World’s Hottest Race’ – Balapan Terpanas Dunia selama tiga hari, sejak 19-21 Maret 2004 mendatang di Malaysia.

Sirkuit Internasional Sepang sebagai tuan rumah ‘Petronas Malaysian Grand Prix’ tahun ke 6, yang pernah memiliki jumlah pengunjung tertinggi sebesar 101.485 penonton di tahun 2003, memiliki keunikan & daya tarik tersendiri dimata para pencinta motorsports, baik dari sisi lintasannya yang sangat lebar, kombinasi antara tikungan kecepatan tinggi & rendah maupun kondisi temperatur udara tinggi & lembab, membuat para pembalap dari berbagai belahan dunia, seperti: Michael & Ralf Schumacher, Rubens Barricello, Kimmi Raikkonen maupun Fellipe Massa & Giancarlo Fisichella, dll sangat diuji dalam keahlian teknis, kekuatan fisik & mental untuk dapat memperebutkan posisi terbaiknya di putaran kedua Kejuaraan Dunia Formula Satu.
Michael Schumacher, pembalap dunia F1 paling sukses serta master & commander F1 yang akan mencari kemenangan ketiganya di Malaysia setelah menang di tahun 2000 & 2001, mengatakan bahwa Malaysian Grand Prix merupakan salah satu pertandingan terberat di Kejuaraan Dunia Formula Satu. Hal ini pula yang akan membawa ‘Petronas Malaysian Grand Prix 2004’ menjadi tontonan Balapan Terpanas Dunia & perayaan bagi semua orang dalam memilih pembalap & tim terhebatnya.

“Masuknya Bahrain & Shanghai setelah Sepang & Suzuka, menjadi sejarah pertamakali diselenggarakannya F1 di 4 kota berbeda di Asia, membuktikan minat masyarakat Asia terhadap motorsport bertambah kuat”, ujar Ahmad Mustafa, General Manager Sepang International Circuit sekaligus Event Director Petronas Malaysian Grand Prix 2004 menerangkan bahwa pihaknya menargetkan 120.000 penonton penggemar otomotif dari Eropa, Asia Pasifik, terutama Jepang, China, Timur Tengah dan negara-negara tetangga di Asia Tenggara dalam pertandingan pada tanggal 21 Maret 2004, melalui penjualan tiket masuk seharga RM 100 (US$ 27) serta Paket Tiket Baru dibeberapa area tempat duduk dengan pengurangan harga hingga 22% dibanding tahun lalu.

Selain itu, Ahmad menambahkan bahwa Sirkuit Internasional Sepang dalam memainkan peranan penting mempromosikan & mengembangkan olahraga otomotif secara keseluruhan, khususnya di Asia, didukung pula oleh Pariwisata Malaysia, kantor-kantor internasionalnya dan kantor perwakilannya di seluruh dunia, melalui kampanye tahap awal mereka ‘Malaysia’s Mega Sale Carnival’, dimana warna-warna F1 akan menghiasi seluruh hotel-hotel, pusat perbelanjaan & tempat-tempat hiburan serta ada pula potongan harga & sale besar-besaran selama bulan Maret di Kuala Lumpur, yang akan menjadikan Kuala Lumpur sebagai
kota berstatus ‘Grand Prix’.

“Untuk itu kami datang mengajak para penggemar motorsport Indonesia agar hadir menyaksikan secara langsung ’The World’s Hottest Race’ – Balapan Terpanas Dunia yang akan banyak memberikan kesan mendalam dibanding Petronas Malaysian Grand Prix tahun lalu”, tutupnya seraya memberitahu Lily Tours sebagai Agen Resmi Penjualan Tiketnya di Indonesia.


Check this out
Kompas

Read More...

Tuesday, October 28, 2003

FESTIVAL MAKANAN RAMADHAN

Marhaban Ya Ramadhan !!

Resmi Dibuka ‘FESTIVAL MAKANAN RAMADHAN’
Ruko Mega Grosir Cempaka Mas

Bagi Masyarakat Luas


‘Festival Makanan Ramadhan’ Ruko Mega Grosir Cempaka Mas yang berlangsung sejak 27 Oktober s/d 20 Nopember 2003, menyajikan beraneka ragam sajian & hidangan khas ramadhan serta berbagai hiburan bagi keluarga & masyarakat luas dengan nuansa islami, secara resmi dibuka oleh Ibu Juniarti, Kepala Suku Dinas Pariwisata Jakarta Pusat, sore ini (27/10).



Budaya Tradisional Betawi, Abang None Jakarta 2003, Kias Nasyid, Obrolan Bulan Puasa berupa pengalaman religius para artis & pembahasan berbagai macam masalah Islam yang dipandu oleh tokoh-tokoh agama, Musik balada anak-anak, serta Gerak & Lagu anak-anak yatim piatu akan turut memeriahkan serangkaian kegiatan acara ‘Festival Makanan Ramadhan’ yang digelar diatas area seluas 936 m², Blok A, kawasan Ruko Mega Grosir Cempaka Mas.


“Kami ingin membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mereka, khususnya di bulan suci ramadhan ini”, ujar Christopher Siswanto, General Manager Ruko Mega Grosir Cempaka Mas, seraya menjelaskan bahwa konsep multi fungsi yang dirancang bagi Ruko Mega Grosir Cempaka Mas, selain sebagai: tempat usaha bertransakasi bisnis skala nasional & internasional (trading center), kantor perwakilan, showroom mobil dan warehouse, juga bermanfaat bagi para konsumen ritel dalam memenuhi kebutuhannya, sehingga mereka merasa nyaman berbelanja selama bulan puasa di satu lokasi strategis, yaitu kawasan factory outlet terbesar & terlengkap di Indonesia. “Untuk itulah Festival Makanan Ramadhan ini kami gelar”, tambahnya.

Maraknya factory outlet yang berawal di Kota Bandung, telah menjalar ke berbagai kota lainnya di Indonesia, namun Factory Outlet Ruko Mega Grosir Cempaka Mas yang memiliki 670 unit ruko diatas lahan seluas 11,3 ha ini, merupakan pusat factory outlet terbesar & terlengkap di Indonesia dan juga merupakan kawasan niaga grosir terbesar di Asia Tenggara.



Read More...

Monday, September 01, 2003

Sitkom ‘Dunia D’ Membawa Nuansa Baru

Produksi serial TV komedi (sitkom) ‘Dunia D, persembahan Senatama Entertainment bekerjasama dengan Rudi Soedjarwo, sutradara & produser terkenal Indonesia membawa nuansa baru bagi dunia hiburan pertelevisian. Dengan mengangkat latar belakang mengenai problematika & dinamika dunia jurnalistik suatu majalah, Nadya Hutagalung, model & presenter terkenal internasional yang baru pertamakalinya berakting di layar kaca Indonesia akan menunjukkan kebolehannya.


Sitkom ‘Dunia D’ yang berdurasi 30 menit per-episode dan diproduksi sebanyak 13 episode pada tahap awal ini, banyak didukung oleh para new comer di dunia komedi situasi, seperti: Happy Salma, Sausan, Indra Birowo, Tora Sudiro, Surya, Tommy & Andry, melalui garapan tangan-tangan muda, ahli & berpengalaman dibidangnya, diantaranya: Rudi Soedjarwo, Sofyan D. Surza & Sapto Soetarjo, melalui sentuhan komedi.

“Kami optimis ‘Dunia D’ dapat diterima sebagai suatu karya sitkom yang bermutu prima”, ujar Adiyanto Sumardjono, Executive Producer ‘Dunia D’, seraya menjelaskan bahwa pihaknya melihat tidak banyak yang berminat memproduksi karya-karya dalam bentuk sitkom. Padahal ini merupakan suatu tantangan dalam bisnis di industri persinematografian Indonesia. “Konsep dan pengemasan yang baik didukung oleh kemampuan akting para bintang sitkom akan menghasilkan sebuah tontonan yang sangat menarik”, tambahnya.

Hal ini didukung oleh Rudy Soedjarwo, Producer ‘Dunia D’, yang telah sukses menghadirkan film Ada Apa Dengan Cinta, mengatakan bahwa sitkom ‘Dunia D’ merupakan komedi situasi yang sangat berbeda dengan komedi slapstick, mulai dari konsep, artistik serta penanganan para pemain baru dalam membentuk serta menghidupkan karakter sesuai dengan script.

“Karena salah satu kekuatan utama dalam sitkom ‘Dunia D’ terletak pada sumber daya manusia, yaitu pada kemampuan para aktris & aktor dalam membawakan peran”, ujarnya.

Dengan tantangan itulah pihaknya & Senatama Entertaiment akan memproduksi serial TV komedi ‘Dunia D’. “Disamping tidak mudah membuat penonton tertawa setiap detik secara terus menerus selama 30 menit dalam kondisi yang bukan slapstick”, tambah Rudi Soedjarwo lagi.

Selain memilih Nadya Hutagalung, yang telah memiliki pengalaman acting di manca negara, diantaranya: Taiwan, Vietnam, Philippines, Singapore, dll, sebagai pemeran utama dan berhasil pertamakali menjadikannya sebagai pendatang baru di dunia sinematografian Indonesia, Senatama Entertainment, perusahaan baru yang bergerak dibidang entertainment juga memilih tiga orang para pemain dalam ‘Dunia D’, diantaranya: Surya, Andri & Tommy, dengan cara unik pada Juni 2003 lalu, yaitu melalui ‘Open Casting’, kegiatan casting yang terbuka untuk umum pertamakalinya di Indonesia, dan diikuti oleh lebih dari 600 orang peserta.

Read More...

Sunday, July 06, 2003

Khitanan Massal PT Djarum 2003

Memasuki masa liburan sekolah, sekitar 150 anak kurang mampu yang tinggal di kawasan Jalan KS Tubun, Jakarta Barat, Sabtu (5/7) pagi, mengikuti kegiatan khitanan massal gratis.


Program bakti sosial tahunan yang diselenggarakan PT Djarum, perusahaan rokok yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah kerja sama dengan Rumah Sakit Angkatan Laut Marinir Cilandak itu ditanggapi antusias oleh masyarakat yang memiliki anak berusia 4-14 tahun.

Wilayah yang dijangkau khitanan massal ini meliputi kelurahan Kota Bambu Utara, Kota Bambu Selatan, Slipi dan Petamburan, Jakarta Barat.

Arpian, PR Officer PT Djarum sekaligus Ketua Panitia Bhakti Sosial Khitanan Massal mengatakan bahwa pelaksanaan khitanan massal di Jakarta didukung oleh 33 tim medis dan obat-obatan dari RS Marinir Cilandak dan kegiatan semacam ini sudah dilangsungkan Djarum sejak 1997.

"Tak hanya di Jakarta, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Sumatra utara, Jawa Barat, Lampung dan Riau yang didukung oleh yayasan, pondok pesantren dan mesjid setempat", tambahnya.

Suasana di kantor PT Adiniaga Sentra Persada (Djarum Jakarta), tempat diselenggarakannya bhakti sosial Djarum 2003, dipenuhi oleh keluarga-keluarga dari kelurahan sekitar kantor Djarum Jakarta. Mereka tengah menunggu giliran anaknya yang akan dikhitan pada musim liburan sekolah kali ini.

Suasana khitanan massal yang ditangani oleh Tim Medis RSAL Cilandak.

Tampak dalam gambar, Arpian - PR Officer PT Djarum, Rudi Djauhari - Marketing Director PT Djarum meninjau langsung kegiatan didampingi oleh Tim Medis RSAL Cilandak.

Read More...

Saturday, September 14, 2002

VCD SENTUHAN SAYANG, PEDOMAN PIJAT BAYI

Peluncuran VCD 'Sentuhan Sayang, Pedoman Pijat Bayi'

Dr. Ahmad Sujudi, MPH – Menteri Kesehatan RI, menunjukkan VCD yang baru diluncurkan kepada para hadirin, disaksikan Dr. Utami Roesli, SpA., MBA, CIMI, IBCLC – Pakar Bayi-anak dan ASI Indonesia (kiri) dan Greg Banzon – Managing Director Johnson & Johnson Indonesia (tengah)


Johnson & Johnson Worldwide bekerjasama dengan University of Miami School of Medicine pada tahun 1991 mendirikan Touch Research Insitute, diketuai oleh Tiffani Field, Ph.D. (USA), melakukan penelitian lebih dalam mengenai terapi sentuhan yang telah menjadi topik menarik kalangan medis. Berbagai penelitian membuktikan dampak positif terapi sentuhan terhadap pertumbuhan serta perkembangan bayi baik secara fisik maupun emosional.

Salah satu aplikasinya adalah pijat bayi yang berbagai manfaatnya telah dibuktikan secara medis, antara lain dapat meningkatkan produksi air susu ibu. Pijatan secara teratur pada bayi akan merangsang nafsu makan bayi, meningkatan frekuensi dan volume menyusu yang akhirnya berdampak positif dalam peningkatan suplai ASI.

Penandatanganan cakram Video Compact Disc (VCD) oleh Menteri Kesehatan RI, Dr. Ahmad Sujudi, MPH, dalam acara peresmian peluncuran VCD ‘Sentuhan Sayang, Pedoman Pijat Bayi’ dan diskusi bertema ‘Pijat Bayi Meningkatkan Peran Breastfeeding Father’ yang terwujud atas kerjasama antara PT Johnson & Johnson Indonesia, Dr. Utami Roesli, SpA., MBA, CIMI, IBCLC dan PT Puspa Swara dalam rangka mendukung program pemerintah untuk lebih memasyarakatkan ASI eksklusif, dilaksanakan siang ini (14/9) di Jakarta.


Diskusi ‘Pijat Bayi Meningkatkan Peran Breastfeeding Father’


Diskusi yang dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk lebih memasyarakatkan ASI eksklusif dan dipandu oleh Sandrina Malakiano, membahas peranan ayah dalam menggalakkan pola minum ASI bagi bayi ini, dihadiri oleh para pasangan muda, praktisi medis, pasangan artis yang berbagi pengalaman tentang pijat bayi serta dampak positifnya bagi pertumbuhan & perkembangan bayi mereka, diantaranya: Pasangan suami istri, Gusti Randa & Nia Paramita, Shahnaz Haque & Gilang Ramadhan.


Read More...

Friday, July 05, 2002

Bhakti Sosial Djarum 2002 - 150 Anak Disunat di Petamburan

Bisa dengan berbagai cara mengisi liburan sekolah. Salah satunya ialah sunatan massal Seperti yang dilakukan PT Djarum Jakarta, di Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (5/7).

Sejak pagi ratusan anak-anak umur 5 sampai 14 tahun antri untuk dikhitan. Khitanan massal di Petamburan itu, menurut Arpian, salah seorang panitia mengatakan merupakan bagian dari bakti sosial yang tiap tahun dilakukan PT Djarum sejak 1997 lalu di berbagai kota di tanah air.


''Khitanan massal ini merupakan bagian dari kepedulian sosial PT Djarum pada masyarakat disekitarnya terutama masyarakat yang tidak mampu,'' kata Arpian.
Menurutnya mulai 5 Juli ini hingga 13 Juli nanti, PT Djarum akan mengadakan bakti sosial di berbagai kota di Indonesia dalam bentuk sunatan massal.
''Kita sengaja pilih hari libur karena setelah disunat diperlukan waktu seminggu hingga sembuh total,'' ujarnya.

Dalam sunatan massal itu terlihat sebagian besar anak-anak kecil itu sudah tidak takut dengan sunnah Nabi Ibrahim itu. Banyak terlihat anak-anak yang tetap senyum-senyum meski ujung gunting sudah memotong sedikit kulit ujung kemaluannya.
Namun ada sebagian kecil anak-anak yang harus dipegang sampai empat para medis karena meronta ketika dokter ingin menyuntikkan bius agar si anak tidak kesakitan. Dalam khitanan massal ini, PT Djarum bekerjasama dengan RS Angkatan Laut Cilandak. Semua tim medis berasal dari rumah sakit militer itu. Menurut ketua tim medis, Dokter Marpaung, dibutuhkan waktu sekitar 15-20 menit untuk mengkhitan seorang anak. ''Sekitar 15-20 menit sudah selesai,'' katanya.

Anak-anak yang dikhitan sendiri berasal dari Kelurahan Kota Bambu Utara, Kota Bambu Selatan, Slipi dan Petamburan. Untuk menjaring anak-anak tidak mampu itu PT Djarum bekerjasama dengan RT/RW dilingkungan PT Djarum.
Selain di Jakarta, PT Djarum juga akan melakukan bakti sosial yang sama di Sumatera Utara, Jawa Barat, Lampung, Riau yang bekerjasama dengan yayasan, mesjid-mesjid dan pondok pesantren. Di samping dikhitan ratusan anak-anak miskin itu juga diberikan bingkisan seperangkat alat-alat shalat.

Read More...

Friday, March 08, 2002

FORUM EXPORT

Forum Export yang digelar di ruang Merak Jakarta Convention Center dihadiri oleh para pelaku bisnis, para Duta Besar RI luar negeri yang hadir sebagai pembicara,


antara lain: Aa Kustia - Duta besar RI untuk Republik Rakyat Cina dan kepulauan Marshall, Ibrahim Yusuf - Duta besar RI untuk United Emirates Arab, Slamet Effendi - Atase Perindustrian dan Perdagangan New Delhi, Elias Ginting - Kepala
Bidang Ekonomi KBRI Den Haag
, Gusmardi Bustami, SH -
Kepala Badan
Pengembangan Ekspor Nasional
, Permana Agung Djaratun,Ph.D,MSc -
Dirjen
Bea & Cukai
serta DR. Toto Dirgantoro -
Sekjen Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia, dilaksanakan hari ini (7/3).

Melalui Forum ini diharapkan dapat memperbaiki perekonomian dan memulihkan kepercayaan buyers, traders, investor dan wisatawan internasional kepada Indonesia dapat terwujud dengan berkembangnya buyers yang berasal dari 30 negara dan lima benua yang ikut serta dalam Indonesia Expo 2002 - pameran resmi tahunan ketiga berskala internasional.

Salah satu rangkaian kegiatan Indonesia Expo 2002 yang diselenggarakan oleh PT. Debindomulti Adiswasti dan mendukung tercapainya harapan tersebut adalah dengan digelarnya “FORUM EKSPOR”, dimana para pelaku bisnis dapat menerima informasi & tips
pasar yang dibutuhkannya baik dari peluang maupun tantangan dari para Duta Besar RI di negara masing-masing mereka bertugas.

Read More...