Saturday, April 08, 2006

SNEAKER PIMPS JAKARTA


The World’s Largest Touring Sneaker Exhibition

‘SNEAKER PIMPs’ menghadirkan Nuansa Baru bagi Cultural Street–Art Lifestyle di Indonesia



Kehadiran pertamakali ‘SNEAKER PIMPs’, sebuah tur pameran sneaker terbesar dunia di Indonesia, atas prakarsa WhatNot Production dalam upaya memasyarakatkan dan memperkenalkan lebih dalam aliran seni street art, sneaker culture & designer toy art kepada masyarakat Indonesia selama dua hari pada tanggal 8-9 April 2006, secara resmi dibuka malam ini (8/4), di Semanggi Expo Jakarta.


Sneaker Pimps Jakarta selain menampilkan lebih dari 1.000 pasang sneaker dengan berbagai macam kategori, antara lain: sneaker rare / langka, limited edition / edisi khusus, vintage / antik, sneaker yang ditandatangani para selebrities, sneaker hasil kolaborasi para seniman dari berbagai belahan dunia, ditambah sneaker yang diilhami dari sejumlah artwork / karya seni, fashion dan photography, juga menghadirkan secara langsung artis-artis pembuat karya seni tersebut untuk pertamakalinya tahun ini, dalam rangkaian tur-nya di 20 kota seluruh dunia, mencakup Eropa, Amerika Selatan, Amerika Serikat dan Asia.

Kegiatan ‘Sneaker Pimps’ yang telah mengunjungi lebih dari 60 kota di penjuru dunia sejak tahun 2003 sehingga membuatnya terkenal sebagai ‘Pameran Gaya Hidup Seni-Budaya Jalanan Terbesar Dunia (cultural street-art lifestyle)’, kali ini di Jakarta akan dimeriahkan oleh Futura, artis grafiti legendaris dari New York yang sangat dikenal sebagai pembuat design character & art work grup band UNKLE; Ewok, artis grafiti dari New York; serta para artis customized sneaker internasional, seperti: Methamphibian dari Los Angeles dan SBTG dari Singapura, yang akan berdampingan dengan para artis grafiti lokal, seperti: Darbotz, Toter Crew, Tutu, Morden Crew, Kims, Ones-Artcoholic, the Slyndicates, Graver-Mase Crew, the Rats dan Arks-Fantastic Crew dalam mempertunjukkan keahliannya.


Aksi Futura, sang Legendaris Grafiti dalam 2 medium, dinding & sneakers


Ewok - Artis Grafiti New York

Dua artis customized sneaker int'l, Methamphibian - LA & SBTG - Singapura


Sebagai salah satu perusahaan sepatu internasional yang bekerjasama dengan Sneaker Pimps dalam menampilkan rare sneakers, Nike juga turut berpartisipasi memeriahkan Sneaker Pimps Jakarta dengan meluncurkan pertama kali di Indonesia sekaligus di Asia, ‘Nike ID’, sebuah kegiatan regular Nike Internasional yang diselenggarakannya bagi para pencinta sneaker seluruh dunia, agar mereka dapat berkarya sesuai kreatifitas & ekspresi mereka masing-masing yang dituangkan pada sneaker.

Nike ID Area


Dalam kegiatan Nike ID ini, Nike New York akan memproduksi secara khusus sebuah sneaker sesuai design mereka masing-masing sebagai hadiah bagi para pemenang kontes yang dinilai terbaik oleh para juri yang ditunjuk secara langsung oleh Nike.

Budaya Sneaker Pimps yang berakar kuat dengan budaya hip-hop juga menjadi salah satu fitur dari seluruh penampilan Sneaker Pimps Jakarta, dimana para DJ: Nasa, Cronik, David J, Sliqq aka Dhika dan DJ Dxxxt asal Jakarta dan Bandung akan berkolaborasi, ditambah dengan adanya pertunjukan langsung skateboard dan B-Boy (Breaker Dance) menambah kentalnya nuansa cultural street-art lifestyle yang diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap seni budaya tersebut.


Read More...

Tuesday, March 28, 2006

UPACARA ADAT DESA HINDU BEDUGUL BALI

SIAP MENYAMBUT ’BRATA PENYEPIAN’
UPACARA ADAT BALI DI LIMA DESA, MEMBUAT KAWASAN BEDUGUL BERSIH

Dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu yang jatuh pada tanggal 30 Maret mendatang, seluruh Desa Hindu di kawasan Bedugul melakukan serangkaian upacara adat: Melasti, Matur Piuning dan Guru Piduka selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 27-29 Maret 2006, dihadiri oleh para Bendesa masing-masing desa adat dan masyarakat setempat.






Ritual yang dilaksanakan di lima desa kawasan Bedugul: Pemuteran, Bukitcatu, Batusesa, Kembang Merta dan Candi Kuning ini, merupakan salah satu budaya keagamaan umat Hindu yang bertujuan mensucikan & membersihkan diri sebelum datangnya Brata Penyepian.

Bedugul yang memiliki 6 Desa Adat, terdiri dari: 5 desa adat Hindu dan 1 desa adat Islam, kali ini melaksanakan acara ritual ’Melasti’ secara unik. Selain upacara Melasti untuk pertama kalinya dilaksanakan secara berurutan di seluruh desa adat Hindu kawasan Bedugul yang dipimpin oleh masing-masing Bendesa: Nyoman Sukita (Kembang Merta), Nyoman Suta (Bukit Catu), Gusti Wija (Candi Kuning), Widia Arsana (Batusesa), Mustika (Pemuteran), lokasi upacara ini juga dilakukan di tepi Danau Beratan Bedugul, Kabupaten Tabanan – Bali yang bernuansa indah & elok.





Masyarakat Desa Hindu Candi Kuning menuju Danau Beratan

Upacara Desa Adat Hindu di Danau Beratan Bedugul Tabanan Bali

Upacara Melasti yang dilaksanakan dua hari pada tanggal 27 Maret 2006 (Bukit Catu & Kembang Merta) serta tanggal 28 Maret 2006 (Batusesa, Pemuteran dan Candi Kuning) bagi umat Hindu Dharma, merupakan sarana introspeksi diri seraya memohon pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan YME) untuk dapat mencapai penyucian diri yang sempurna sebagai bekal melaksanakan Catur Brata Penyepian, yaitu: Amati Geni (tidak menghidupkan api), Amati Karya (tidak melakukan kerja), Amati Lelungan (tidak bepergian) dan Amati Lelanguan (dilarang mendengarkan musik, lagu dan menonton TV) tepat pada Hari Raya Nyepi.

Sedangkan Upacara Matur Piuning dan Guru Piduka yang dilakukan pada tanggal 29 Maret 2006, merupakan acara pemberitahuan kepada Tuhan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan permohonan maaf serta pengampunan manakala umat secara sengaja atau tidak sengaja telah melakukan kesalahan yang mengakibatkan munculnya musibah, sekaligus memohon ampunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar tidak melanjutkan kemarahanNYA.


Dengan demikian masyarakat dan adat maupun kawasan Bedugul dapat menjadi bersih dari segala kekotoran, jauh dari bencana dan pengaruh buruk. Selanjutnya dengan kesucian jiwa yang baru, warga Bedugul dapat siap melakukan ’Brata Penyepian’ agar kelak dapat hidup selaras dengan alam semesta.


Check this out
Kompas


Read More...

Saturday, October 01, 2005

KRISIS KESEHATAN PERSENDIAN ASIA

Secara Utuh Krisis Kesehatan Persendian Asia* Dikupas
Dalam Studi Terkini Menunjukkan 57 Juta Orang Penderita pada 2020


* Studi dilakukan di lima Negara Asia: Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia dan Indonesia


Berdasarkan hasil riset terbaru pada “Simposium Kesehatan Persendian 2005” di Hongkong lalu (27/9), akan banyak negara maju Asia* menghadapi ‘bom waktu’ masalah kesehatan persendian.


Dalam rangka menyebarluaskan informasi mengenai hal tersebut dan memenuhi komitmennya untuk selalu peduli pada kesehatan masyarakat dalam melakukan perawatan secara natural berdasarkan bukti-bukti ilmiah, serta peluncuran nama baru Seven Seas Joint Health yang akan lebih dikenal sebagai ’Seven Seas JointCare’ di Indonesia, PT Merck Tbk mengadakan diskusi sekaligus media briefing, dihadiri oleh Prof. Handono Kalim – Chairman of Indonesian Rheumatologist Association and Lecturer in University of Brawijaya, Malang, Robert Syarif – Public Figure sekaligus mantan atlit, R. Stock – President Director PT Merck Tbk serta Djoni Murwanto – Marketing Manager Consumer Health Care (CHC) PT Merck Tbk, yang dilaksanakan pagi hari ini (30/9), di Jakarta.

Simposium Kesehatan Persendian 2005 yang diselenggarakan oleh Merck Consumer Health Care (CHC), induk perusahaan global bisnis farmasi-kimia Merck, dihadiri oleh Amye Leong - pembicara resmi PBB untuk Dekade Tulang dan Persendian 2000-2010, pakar dan media internasional, diisi oleh pemaparan terperinci hasil riset penelitian ilmiah Professors Bruce Caterson dan Professor John Harwood dari Cardiff University, Inggris, yang untuk pertama kalinya menyediakan bukti-bukti klinis peranan Cod Liver Oil dalam memelihara kesehatan persendian. Kandungan aktif dalam Seven Seas Joint Health adalah Cod Liver Oil, sumber utama dari Omega 3 / Tri-Omega.

Cardiff University meneliti penggunaan Omega 3 / Tri-Omega fatty acids dalam sistem tubuh untuk mempelajari efek metabolisme kartilago. Penelitian ini merupakan penelitian yang pertama di dunia untuk menjelaskan tidak hanya bagaimana, tetapi juga mengapa Cod Liver Oil (CLO) efektif dalam membantu memperlambat kerusakan kartilago dan menurunkan mediator inflamasi yang umumnya berhubungan dengan arthritis. Hasil penelitian ilmiah terbaru Professor Caterson dan Professor Harwood dalam menemukan keefektifan Omega 3 (Cod Liver Oil) ini, akan dipublikasikan pada awal 2006.

Penelitian oleh Internasional Institute Synovate dilakukan di lima negara Asia – Indonesia, Malaysia, Hong Kong, Singapura dan Taiwan, secara khusus diminta oleh Merck Consumer Health Care, menyatukan para akademis terkemuka, professional kesehatan dan pakar kesehatan persendian dari Asia, Eropa dan Amerika, diantaranya Amye Leong, pembicara resmi PBB untuk Dekade Tulang dan Persendian 2000-2010, yang menjelaskan tujuan utama dari salah satu inisiatif penting kesehatan global PBB sekaligus berbagi pengalaman mengenai perjuangannya yang melelahkan dengan arthritis. Ia juga mengkhawatirkan adanya populasi masyarakat lansia di Asia, sehingga problem kesehatan persendian akan menjadi lebih buruk.

“Penyakit persendian merupakan masalah yang meningkat di Asia dan dunia. Hal ini juga merupakan problem yang diremehkan; 355 juta orang di seluruh dunia menderita arthritis dan diprediksikan pada tahun 2025, kelainan degeneratif pada tulang & persendian akan menjadi penyebab umum cacat fisik. Banyak hal perlu dilakukan oleh pemerintah, industri dan komunitas medis untuk meningkatkan kepedulian dalam mencegah kondisi persendian tersebut”, katanya seperti yang dikutip oleh R. Stock – President Director PT Merck Tbk.

Pertama kali secara utuh krisis potensial kesehatan persendian yang dialami oleh lima negara di wilayah regional tersebut, ditemukan bahwa lebih dari satu dari empat orang dewasa (26%) berumur antara 29 sampai 64 tahun menderita problem kesehatan persendian selama 12 bulan ke belakang. Ditambah lagi, dari para penderita ini, hampir satu dari dua (47%) mengatakan bahwa kondisi mereka telah berpengaruh secara signifikan terhadap kehidupannya sehari-hari.

Menurut Djoni Murwanto – Marketing Manager Consumer Health Care (CHC) PT Merck Tbk, penelitian terkini Synovate memperlihatkan keinginan kuat dari para konsumen untuk menjaga pola hidup sehat. Data tersebut memperlihatkan bahwa 82% orang dewasa sudah melakukan olahraga secara rutin sementara 78% mengaku menjalankan pola makan sehat. Secara signifikan lebih dari setengah responden (63%) juga mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas (over-the-counter/OTC) untuk mengatasi sakit persendian mereka.

Perhitungan berdasarkan angka resmi menunjukkan perubahan demografi pada populasi masyarakat berumur antara 50 dan 64 meningkat secara mengejutkan sebesar 62% pada tahun 2010 di wilayah survey Asia*. Artinya, lebih dari 57 juta orang menderita problem persendian, termasuk kerusakan kartilago dan inflamasi menyakitkan yang umumnya berhubungan dengan arthritis. Hal itu, menunjukkan perbedaan yang jelas antar negara tetangga. Di Indonesia, misalnya, 44% orang yang disurvey pernah mengalami masalah kesehatan persendian dalam 12 bulan terakhir dibandingkan dengan Taiwan hanya 16%.

Lebih lanjut, pada kelompok umur 50-64, dimana problem persendian sering memerlukan intervensi operasi besar, termasuk operasi pengganti lutut dan panggul, perbedaannya menjadi semakin nyata. Di Indonesia misalnya, 65% orang di kelompok tersebut dilaporkan mengalami sakit persendian dibandingkan dengan Hong Kong, hanya 39%.

Robert Syarif, mantan atlit binaragawan dan juara nasional angkat besi 1972, menuturkan pengalaman pribadinya dan merasa beruntung tidak termasuk dalam kelompok 65% tersebut di atas. Purnawirawan Brimob yang hingga usia lanjutnya kini masih aktif melakukan berbagai kegiatan tanpa terhalangi oleh masalah kesehatan persendian, sangat merasakan manfaat yang besar karena mengkonsumsi makanan bergizi yang mengandung Omega 3 (CLO) sejak muda. Aktor yang digemari pemirsa TV seluruh Indonesia melalui perannya sebagai om Jin, berharap agar generasi muda sekarang juga dapat turut merasakan manfaat yang telah diperolehnya jika mereka telah berusia lanjut, dengan menjalankan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan sendi sejak dini.

“Penelitian baru yang penting bagi kesehatan persendian di Asia ini, juga mengungkapkan hal-hal menakjubkan sehubungan dengan kehidupan dan tingkah laku para penderita, sehingga muncul permintaan besar dan luas yang belum terpenuhi untuk pengobatan natural berdasarkan pembuktian yang ada di pasar obat bebas (over the counter / OTC),” kata Djoni Murwanto – Marketing Manager Consumer Health Care (CHC) PT Merck Tbk.

“Hal ini tidak hanya menambah kepercayaan kami, bahwa brand Seven Seas JointCare dapat menjadi pemimpin pasar di Indonesia, tetapi – seperti komitmen kami terhadap ilmu pengetahuan – juga dapat turut membantu mencegah ‘bom waktu’ kesehatan persendian yang siap meledak dengan melakukan kontribusi signifikan untuk meringankan penderitaan para penderitanya.”

Read More...

Tuesday, September 27, 2005

JOINT HEALTH SYMPOSIUM - Hong Kong

Full Extent of Asia* Joint Health Crisis Revealed as
New Study Points to 57 Million Sufferers by 2020

*Market sizing information based on estimates for Asia markets including
Indonesia, Malaysia, Singapore, Taiwan, Hong Kong and Thailand.


Many of Asia’s leading economies* are facing a joint health ‘time bomb’ according to new research presented today to an international gathering of experts.


The research uncovers for the first time the full extent of a potential joint health crisis facing five key countries in the region. It reveals that more than one in four adults (26%) aged between 29 and 64 suffered joint health problems in the last 12 months. In addition, of these sufferers, almost one in two (47%) say their condition has impacted significantly on their daily lives.

Guests at the Symposium, which featured a key-note address by Amye Leong, official spokesperson for the United Nations endorsed Bone and Joint Decade 2000-2010, were also warned that due to an ageing population in Asia, the joint health problem is set to deteriorate.

The research, conducted by leading international research institute Synovate and commissioned by Merck Consumer Health Care, was presented at the 2005 Joint Health Symposium, which brought together leading academics, healthcare professionals and experts in joint health from Asia, Europe and the Americas.

According to calculations based on official figures, demographic changes will see the population aged between 50 and 64 increase by a staggering 62% by 2010 in the five Asian markets surveyed*. In human terms, this will see more than 57 million sufferers beset by joint problems including damaged cartilage and painful inflammation commonly associated with arthritis.

The research conducted in five Asian markets – Indonesia, Malaysia, Hong Kong, Singapore and Taiwan – also highlights striking differences between neighboring countries. In Indonesia, for example, 44% of people questioned had suffered from joint health problems in the last 12 months compared to just 16% in Taiwan.

Furthermore, in the key 50-64 age group, where joint problems often require major surgical intervention, including knee and hip replacements, the differences become even more marked. In Indonesia for example, 65% of people from this age group reported joint pains compared to just 39% in Hong Kong.

The 2005 Merck CHC Joint Health Symposium

The 2005 Joint Health Symposium was convened by Merck Consumer Health Care (CHC), a wholly-owned subsidiary of the global Merck pharma-chemical business, to mark the launch of its Seven Seas Joint Health brand across Asia.

In addition to UN Bone and Joint Decade spokesperson Amye Leong, the audience of international experts and media also heard details of recent scientific research from Professors Bruce Caterson and John Harwood of Cardiff University in the United Kingdom, which for the first time provides clinical evidence of the role Cod Liver Oil can play in the maintenance of healthy joints. The active ingredient in the Seven Seas joint health brand is Cod Liver Oil, a primary source of Omega 3 / Tri-Omega.

The Cardiff University studies used Omega 3 / Tri-Omega fatty acids in culture systems to study their effects on cartilage metabolism. These studies were among the first in the world to demonstrate not only how but also why Cod Liver Oil (CLO) is effective in helping slow down the progression of cartilage destruction and reduced inflammatory mediators commonly associated with arthritis.

Professor Caterson and Team from Merck Indonesia

Professor Caterson and Professor Harwood’s latest scientific results, demonstrating the efficacy of Omega 3 (Cod Liver Oil) is planned to be published in early 2006.

Amye Leong, spokesperson for the United Nations-endorsed Bone and Joint Decade, addressed the audience about her devastating personal battle with arthritis as well as outlining the key objectives for one of the UN’s most important global health initiatives.

“Joint disease is an increasing problem in Asia and across the world. It is also a problem which is severely underestimated; 355 million people across the globe suffer from arthritis and it is predicted that by 2025, degenerative bone and joint disorders will be the commonest cause of physical disability. Much more needs to be done by governments, industry and the medical community to help raise awareness of how to prevent joint conditions” she said.

The launch of Seven Seas Joint Care

Leading executives from Merck CHC and Seven Seas spoke at the Joint Health Symposium about their commitment to make evidence-based natural treatments available to consumers across Asia.
In 2005, Merck CHC will launch its Seven Seas Joint Health brand in Hong Kong, Malaysia, Singapore, Indonesia and Taiwan. The brand will also go on sale in Thailand in 2006.

In Indonesia the Seven Seas Joint Health brand will be launched on September 30th, 2005 and will be known as Seven Seas JointCare.

Professor Handono Kalim, MD, PhD - President of Indonesian Rheumatology Association, discussing Arthritis in Indonesia to Indonesian Jounalists during country break-out session


According to Merck CHC, the latest Synovate research demonstrates a strong desire among consumers to maintain a healthy lifestyle. The data shows that 82% of adults already exercise regularly while 78% claim to eat a healthy diet. Significantly more than half of respondents (63%) also take over-the-counter treatments for their joint pains.

“This important new research into joint health in Asia, which also includes fascinating insights into the lives and attitudes of sufferers, suggests that there is a strong and largely unmet demand for evidence-based natural treatments that are available over the counter (OTC),” said Chris Zanetti, Managing Director of Seven Seas.

“This not only gives me confidence that the Seven Seas Joint Health brand can become a market leader in this region, but – as our commitment to science demonstrates – can also help to prevent a joint health time bomb exploding by making a significant contribution in alleviating the pain of sufferers.”


Read More...

Friday, June 17, 2005

Pengaruh DEMOGRAFI pada Tingkat ANEMIA

INDONESIA BEBAS ANEMIA 2005
Pengaruh Demografi pada Tingkat Anemia,mewujudkan
Indonesia Sehat melalui Masyarakat Bebas Anemia

Penyakit Anemia yang mempengaruhi kadar normal Hb dalam darah, tidak saja disebabkan oleh gaya hidup dalam mengkonsumsi makanan yang kurang bergizi, tetapi juga bisa disebabkan oleh faktor demografi, seperti: tingkat pertumbuhan populasi dan kondisi sosial ekonomi.


Hal tersebut diungkapkan oleh Prof. DR. dr. Ag. Soemantri, SpA (k), Guru Besar / Staff Pengajar Bagian Ilmu Kedokteran Anak FK Univ.Diponegoro / RS. Dr. Kariadi Semarang dalam makalahnya sehubungan dengan penyuluhan kampanye ‘Indonesia Bebas Anemia 2005’ dan pembahasannya untuk menciptakan masyarakat bebas anemia.

Suatu daerah yang memiliki faktor-faktor demografi seimbang & baik, diperkirakan dapat lebih cepat menciptakan masyarakat sehat dibanding daerah yang berdemografi kurang seimbang.

Faktor-faktor demografi, seperti letak ketinggian tanah dari permukaan laut, jumlah komposisi penduduk yang seimbang antara laki-laki dan perempuan, luas daerah yang dimukimi dengan luas daerah secara keseluruhan, orbitan (jarak dari pusat pemerintahan desa), iklim cuaca, curah hujan pertahunnya maupun suhu udara rata-rata, semua dapat mempengaruhi roda perekonomian & menentukan mata pencaharian mayoritas penduduk.

Dengan tingkat populasi yang seimbang, serta didukung dengan mata pencaharian yang mudah didapat karena faktor demografi daerahnya dan keadaan sosial ekonomi penduduk yang berkembang baik, otomatis tingkat pendidikan dan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan dan kesadaran akan pentingnya asupan gizi bagi kesehatan dapat tercukupi dengan baik, sehingga dapat tercipta masyarakat bebas anemia dalam lingkungannya.

Bekerjasama dengan instansi pemerintah terkait setempat, pogram tahunan berkala Sangobion bertema ’Indonesia Bebas Anemia’ dilaksanakan di beberapa daerah propinsi Indonesia dengan mengadakan berbagai macam kegiatan edukasi & sosialisasi mengenai Anemia.

Diantaranya mensosialisasikan gejala penyakit anemia 5L (Lelah, Letih, Lemah, Lesu dan Lunglai) kepada masyarakat agar mereka mengetahui hal-hal yang mengakibatkan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah dapat menjadi tidak normal dan menempatkannya sebagai ’penyakit’ yang harus mendapat perhatian serius.

Kampanye ‘Indonesia Bebas Anemia 2005’, yang diselenggarakan oleh PT Merck Tbk, produsen obat Anti Anemia – Sangobion, dalam rangka turut membantu pemerintah (DepKes) mewujudkan kesuksesan program-nya ’Menuju Indonesia Sehat 2010’ melalui sosialisasi konsep hidup sehat, dilaksanakan tahun ini di propinsi Jawa Tengah dan DI.Yogyakarta dengan melibatkan beberapa kabupaten di kota Purwokerto, Solo serta DI.Yogyakarta.

Selain kegiatan diadakannya penyuluhan kepada para remaja, orang tua/dewasa, SLTP/SLTA, PKK maupun SSI (Small Scale Industry), diadakan pula Lomba ‘Masyarakat Sehat Bebas Anemia’ di DI.Yogyakarta, yang memperebutkan piala bergilir GKR. Hemas, piala tetap dan uang tunai.

Pada puncak acara ini pula, Sangobion PT Merck Tbk mendapat penghargaan MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai pemecah rekor & penyelenggaraan tes anemia massal dengan peserta ter-banyak pada waktu & tempat yang sama dalam satu hari, yaitu sebanyak 3.000 orang peserta (di luar peserta lomba desa).

“Kampanye ini positif, karena masyarakat bisa mengambil manfaat banyak tentang anemia serta tahu bagaimana mengantisipasinya“, tutur GKR. Hemas, Ibu Gubernur DI.Yogyakarta, selaku wakil daerah teladan yang memiliki angka kesakitan anemia terendah selama kampanye ’Indonesia Bebas Anemia’ - Sangobion berlangsung.

Beliau berpendapat bahwa program penanggulangan anemia gizi besi yang berlandaskan ’kemitraan & pendekatan keluarga’ merupakan keharusan upaya dari berbagai sektor terkait dan swasta, agar status kesehatan masyarakat didaerahnya meningkat.

“Dengan berkesinambungannya kegiatan kampanye Sangobion ini, kami optimis dapat turut mensukseskan Indonesia Sehat“, ujar Koesdianto Setyabudi, Vice President Director PT Merck Tbk, seraya menambahkan bahwa melalui salah satu aktifitas ‘Indonesia Bebas Anemia 2005’ yaitu lomba Masyarakat Sehat Bebas Anemia yang dilaksanakan di DI.Yogyakarta, dapat mewujudkan daerah sehat bebas anemia yang mendukung terciptanya Indonesia Sehat, dan para daerah pemenang lomba dapat memotivasi daerah lainnya untuk lebih memperhatikan kesehatan, asupan gizi, kebersihan sanitasi dan lingkungan.

Hingga kini, PT Merck Tbk secara konsisten dan berkesinambungan telah melaksanakan program anti anemia tahunan berkala Kampanye Sangobion ’Indonesia Bebas Anemia’ sejak tahun 2002 di beberapa daerah propinsi Indonesia: Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah dan DI.Yogyakarta.

Read More...

Sunday, June 12, 2005

Daerah Sehat, Masyarakat Bebas Anemia

JOGJA SEHAT 2005
Mewujudkan Daerah Sehat, Melalui Lomba ’Masyarakat Bebas Anemia’

Puncak acara Lomba Masyarakat Bebas Anemia tingkat provinsi DIY yang diikuti oleh 15 desa dari 4 kabupaten dan 1 kota wilayah DIY sejak tanggal 22 Mei hingga 5 Juni 2005, diselenggarkan oleh PT Merck Tbk, produsen obat Anti Anemia – Sangobion mewujudkan kesuksesan program ’Menuju Indonesia Sehat 2010’ dan ’Jogja Sehat 2005’ digelar hari ini (12/6) secara akbar dengan berbagai hiburan di Alun-alun Utara Yogyakarta, dihadiri oleh ibu Gubernur DIY, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, untuk memberikan secara langsung hadiah piala bergilir GKR Hemas kepada pemenang.


Lomba Masyarakat Bebas Anemia DIY ini, merupakan salah satu rangkaian kampanye anti anemia tahunan berkala bertema ’Indonesia Bebas Anemia’ PT Merck Tbk dengan instansi pemerintah terkait, yang bertujuan memberikan edukasi dan penyuluhan akan penyakit anemia, mulai dari gejala hingga penanggulangannya kepada masyarakat, termasuk mewaspadai gejala 5L: Lelah, Letih, Lemah, Lesu dan Lunglai, yang dapat menurunkan produktifitas dan vitalitas tubuh dalam beraktifitas.

Peserta lomba yang berasal dari Dati II DIY: Sleman, Bantul, Kulon Progo, Wonosari dan kodya Yogya ini ditentukan oleh Pemda setempat, dimana terpilih 3 desa / kecamatan dari masing-masing kabupaten untuk berpartisipasi. Sebanyak 200 orang mewakili setiap desanya, sehingga total jumlah menjadi 3.000 orang peserta.

“Kriteria penilaian lomba Masyarakat Bebas Anemia DIY, kami bagi dengan 3 kategori,“ ujar Herlany Goenawan, Brand Manager Sangobion PT Merck Tbk, menjelaskan bahwa Lingkungan desa yang bersih dan sehat dilihat dari sanitasi & penghijauan; Bebas anemia dari hasil tes darah 200 warga peserta lomba; serta kreatifitas warga, akan menentukan Juara-juara yang berhak menerima Piala Bergilir GKR Hemas, Piala tetap dan uang tunai.

“Kami berharap lomba ini dapat mewujudkan daerah sehat bebas anemia dan para pemenang dapat menjadi contoh bagi lainnya untuk lebih memperhatikan kesehatan, asupan gizi, kebersihan sanitasi dan lingkungan, “ tutupnya.

Wakil Presdir PT Merck, Koesdianto Setyabudi mengatakan, sejak tahun 2002 PT Merck telah melakukan sosialisai dan tes darah di beberapa daerah propinsi Indonesia, seperti: Jawa Timur, Jawa Barat dan Sumatera Utara. Pada tahun 2005 ini dipusatkan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Yang meliputi Purwokerto, Solo dan Yogyakarta.

"Berdasarkan test, untuk Solo test darah 3953 orang positip anemia sebanyak 899 orang, untuk Purwokerto yang melakukan 3.254 orang yang positif anemia sebanyak 1.021 orang sedangkan di Yogyakarta dengan 3.350 orang yang ditest darah, hanya 325 orang yang positif kena anemia."


DIY PALING SEDIKIT PENDERITANYA,
Timuran, Kampung Juara Bebas Anemia


Dalam rangkaian kampanye Indonesia Bebas Anemia 2005, dusun Karanganyar dan kampung Timuran, Kelurahan Brontokusuman Yogyakarta keluar sebagai juara I Masyarakat Sehat Bebas Anemia 2005 Propinsi DI Yogyakarta.

Lurah Karanganyar Brontokusuman, Suyono mengatakan bahwa dari 361 orang yang melakukan tes darah hanya terdapat 4-6 orang yang terindikasi kena anemia. Dengan tingkat usia sekitar 50 tahun.

Menurutnya, masyarakat sudah mengetahui tentang pentingnya kesehatan. Hal ini dikarenakan pihaknya bersama kader terus memberikan pengarahan pentingnya kesehatan, hidup sehat dan lingkungan yang bersih. Selain itu juga didukung dengan adanya Puskesmas yang memberikan layanan kesehatan setiap saat kepada masyarakat tanpa memungut biaya.

“Kami terjun langsung untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat tentang pentingnya hidup sehat dan lingkungan yang bersih. Terus Puskesmas juga tidak jauh dari tempat kita dengan biaya gratis,” tegasnya.

Mengingat sedikitnya orang yang kena anemia di Karanganyar ini, Suyono mengaku optimis dusunnya akan bebas dari anemia. Pasalnya dengan angka 4-6 orang ini sangatlah mudah untuk menghilangkannya. Apalagi saat ini obat anti anemia telah diberikan kepada masyarakat, serta dana sebesar Rp 2 juta pertahun untuk reboisasi dan kebersihan dari DI Yogyakarta. “Saya optimis kita akan bebas dari anemia, apalagi angkanya sangat kecil,” tegasnya.

Sebagai juara pertama Dusun Karanganyar dan Timuran berhak mendapatkan piala bergilir GKR Hemas, piala tetap dan uang tunai. Sedangkan juara kedua diraih oleh Dusun Jurugenthong, Kelurahan Banguntapan, Bantul dan juara ketiga diraih Dusun Kidul, Kelurahan Ngawen, Gunungkidul.

Read More...

Wednesday, December 22, 2004

PETRONAS MALAYSIAN GRAND PRIX 2005

‘THE WORLD’S HOTTEST RACE’
MEMBAWA ANGIN SEGAR BAGI INDONESIA


Sepang International Circuit Sdn Bhd (SIC), sebagai tuan rumah dan penyelenggara ‘Petronas Malaysian Grand Prix 2005’ yang akan berlangsung selama tiga hari pada tanggal 18-20 Maret 2005 di Malaysia, berkunjung ke Indonesia selama delapan hari dalam rangka promo tour-nya ke tiga kota di Indonesia,...

... menjelaskan secara terperinci berbagai program & kegiatan spesial yang dapat dinikmati oleh para pecinta motorsport dunia dan menyampaikan pesan gembira beradrenalin tinggi penuh kemeriahan bagi seluruh masyarakat Indonesia serta memberikan kepuasan bagi semua khalayak, dari agen perjalanan hingga klien perusahaan dalam keantusiasan menyambut ‘World’s Hottest Race’, hari ini (21/12), di Jakarta.

‘Petronas Malaysian Grand Prix 2005’ yang diselenggarakan SIC akan menjadi tujuan wisata yang ditunggu-tunggu tahun depan, dimana pertunjukan kolosal Jenson Button tahun lalu dan bergantinya tim beberapa pembalap serta ditambah dengan peraturan baru balapan akhir pekan mendatang tersebut, akan menampilkan berbagai kejutan di balapan mutakhir 300 km/ph.
Selain balapan yang menjadi fokus penonton, SIC juga membangun mental perusahaan dengan semboyan ‘Living For – Giving More’, dimana kinerja kerja / spirit baru di perusahaan SIC membuatnya juga memfokuskan diri pada semua hal, dari peningkatan keramah-tamahan perusahaan hingga peningkatan kepuasan penonton.

“Indonesia merupakan salah satu pangsa pasar yang besar sehubungan dengan minat dan penonton F1”, ujar Ahmad Mustafa, General Manager Sepang International Circuit Sdn Bhd, menerangkan bahwa dengan jumlah penonton dari Indonesia sebesar 4.000 orang di tahun 2004, pihaknya merasa perlu untuk terus melanjutkan atmosfir keberadaannya di Indonesia dengan mengundang masyarakat Indonesia dari seluruh daerah untuk turut menikmati diskon tiket early-bird, biaya paket perjalanan yang disesuaikan dengan keinginan masing-masing pelanggan dan juga memberikan kesempatan kepada para sponsor & rekanan perusahaan dalam mempromosikan perusahaannya melalui kegiatan F1 ini dengan berbagai inisiatif, antara lain: ruang iklan pada kursi di panggung utama (grandstand), branding & renaming di sirkuit go-kart, branding di ruang lux khusus untuk perusahaan, serta branding & pengecatan panggung utama grandstand) dengan warna perusahaan sponsor atau rekanan.

Dalam usaha untuk memenuhi target 120.000 orang penonton pada ‘Petronas Malaysian Grand Prix 2005’ dan untuk membangkitkan apresiasi mereka, SIC telah merancang lalu lintas yang mudah & nyaman sehingga memungkinkan bagi para penonton untuk mencapai sirkuit dengan lancar & cepat melalui enam jalur lalu lintas bebas hambatan, serta tersedia 30.000 area parkir yang diteduhi oleh pohon palem, kereta listrik hanya beberapa menit dari KL ke KLIA (bandara), bis pariwisata atau bis serta taksi, tambahan layanan shuttle yang beroperasi secara terus menerus di seputar area sirkuit, penambahan gerai makanan, penambahan kipas pendingin (hit 2004), dan rencana penyelenggaraan konser serta hiburan & hal-hal menarik lainnya di perkampungan F1 (F1 Village Area).

Perjalanan SIC ke Indonesia kali ini, juga untuk mengingatkan para pecinta F1, bahwa tiket yang dipesan sebelum tanggal 24 Januari 2005 akan mendapatkan diskon Early-Bird sebesar 5% dan dapat diperoleh melalui website www.malaysiangp.com.my atau Lily Tours agen tiket SIC di Indonesia yang akan membawa Putri Indonesia 2004, Artika Sari Devi sebagai Duta SIC dalam program promo tour ‘Petronas Malaysian Grand Prix 2005’, serta dua runner up Putri Indonesia lainnya, Nadia Mulya dan Novie Isabiet Gobel.

Sebagai suatu event olah raga pariwisata berkala tahunan, ‘Petronas Malaysian Grand Prix’ telah menyumbangkan pendapatan pariwisata di Malaysia lebih dari RM 1 Milyar, seperti yang dijelaskan Izzudin Rosli, Sales Manager SIC, dan hal tersebut tak lepas dari dukungan Kuala Lumpur sendiri sebagai kota Grand Prix sekaligus tuan rumah yang menampilkan & memeriahkan performa F1 dengan menggelar ‘Malaysia’s Mega Sale Carnival’, dimana banyak kegiatan spektakular digelar, seperti konser, perjamuan gala, pesta, hiburan jalanan, demo balapan jalanan dan lain-lain.

“Untuk itu kami berharap dapat berjumpa dan menyambut banyak saudara-saudara dari Indonesia ke Malaysia agar hadir menyaksikan secara langsung ‘The World’s Hottest Race’ – Balapan Terpanas Dunia”, tutup Ahmad, seraya memberitahu bahwa tamu-tamu yang mengambil paket perusahaan atau hanya penonton individual, pihaknya akan tetap menyambut dengan antusias yang sama, dan Malaysia secara keseluruhan menyambut baik semua pengunjung SIC.


Read More...

Sunday, October 10, 2004

ENFA A+ SMART SYSTEM

“Perpaduan Stimulasi dan Nutrisi Menuju Kecerdasan Optimal”

Anak-anak berusia ± 2-4 tahun bermain dengan berbagai mainan yang dapat memacu kreatifitas & perkembangan otak mereka dengan ditemani oleh pembimbing Enfa Family, sambil menunggu orangtua mereka mengikuti acara talkshow & diskusi yang diselenggarakan PT Mead Johnson Indonesia, bertema: “Enfa A+ Smart System: Perpaduan Stimulasi dan Nutrisi Menuju Kecerdasan Optimal”, yang dilaksanakan pada Sabtu (9/10), di Jakarta.



Dr. Hartono Goenardi, Sp.A – Konsultan Tumbuh Kembang Anak RSCM

Dr.H.Soepardi Soedibyo, Sp.A – Konsultan Gizi Anak RSCM

Dra. Mayke S Tedjasaputra, M.si – Psikolog & Play Therapist mengajak pasangan muda untuk melakukan gerakan-gerakan serta mengajarkan cara men-stimulasi yang dapat merangsang janin kelak lahir & tumbuh optimal nya. Dengan dibantu Shahnaz Haque – Moderator
ditunjukkan pula permainan-permainan bagi anak yang dapat
men-stimulasi kecerdasan mereka secara optimal.



Read More...

Wednesday, July 07, 2004

ANEMIA HADIR TANPA DISADARI, WASPADAI !!!

‘INDONESIA BEBAS ANEMIA’ MENDUKUNG PROGRAM
MENUJU INDONESIA SEHAT 2010


Turut membantu pemerintah (DepKes) untuk mewujudkan kesuksesan programnya ’Menuju Indonesia Sehat 2010’ melalui sosialisasi konsep hidup sehat, PT Merck Tbk, produsen obat Anti Anemia – Sangobion, sebagai penyelenggara kegiatan tahunan berkala anti anemia bertema ’INDONESIA BEBAS ANEMIA’ di berbagai propinsi Indonesia yang berkonsep edukasi untuk mengajak mereka mengenal lebih dalam Anemia dan tidak menganggap remeh penyakit tersebut, memaparkan kegiatannya tahun 2004 ini & disertai diskusi santai seputar penyakit darah yang dipandu Dr. Syafrizal Syafei, K.H.O.M. - Konsultan Hematologi Onkologi Medis RSCM, RSKD, FKUI.


Sedikit masyarakat Indonesia yang mengerti & mau menjalani konsep hidup sehat serta memahami tentang pentingnya zat besi pada darah bagi kesehatan tubuh, terbukti dari 500-600 juta orang penderita Anemia di dunia, 30-55% nya berasal dari Indonesia.

Mereka tidak menyadari bahwa tubuh mereka rentan akan penyakit yang dapat menggangu produktivitas kerja, salah satunya ’Anemia’. Penyakit darah yang timbul akibat masalah gizi utama tak tercukupi dengan baik, seperti timbulnya keluhan 5L: Lelah, Letih, Lemah, Lesu dan Lunglai; pucat; mata berkunang-kunang; nafsu makan berkurang dan memiliki sifat apatis, sehingga mengakibatkan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah menjadi tidak normal, dimana fungsi Hb untuk membawa oksigen ke dalam tubuh tidak berjalan dengan baik. Ungkap Dr. Syafrizal Syafei, K.H.O.M., seraya menambahkan bahwa zat besi dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik dari nabati, hewani maupun suplementasi zat besi.

“ Program suplementasi zat besi di Indonesia sudah dilaksanakan sejak 1970, namun hasilnya masih jauh dari harapan ”, ujar Djoni Murwanto, Marketing Manager Consumer Health Care (CHC) PT Merck Tbk, menjelaskan bahwa untuk itu pihaknya sejak tahun 2002, melalui program Sangobion ’Indonesia Bebas Anemia’ bekerjasama dengan instansi pemerintah terkait setempat telah melaksanakannya di beberapa daerah propinsi Indonesia, seperti: Jawa Timur dan Jawa Barat.

Dan akan terus dijalankan secara bertahap & berkesinambungan ke daerah Indonesia lainnya, agar para remaja usia sekolah menengah pertama & menengah atas, para wanita masa reproduktif, anak-anak, orang dewasa serta masyarakat Indonesia pada umumnya memahami pentingnya kandungan zat besi dalam tubuh dan tidak menderita Anemia yang tanpa disadari oleh mereka dapat menurunkan produktifitas kerja hingga 20%.

Di tahun ini, program tersebut tengah berjalan di propinsi Sumatera Utara dengan melibatkan beberapa Kabupaten, antara lain: Medan, Pematang Siantar dan Kisaran. “ Kami optimis program ’Indonesia Bebas Anemia’ ini dapat turut membantu pemerintah dalam menanggulangi penyakit anemia sehingga ‘Menuju Indonesia Sehat 2010’ dapat terwujud ”, tutupnya.

Ditambahkan pula oleh Dr. Risa Anwar, Head of Medical Department PT Merck Tbk, bahwa selain mengedukasi masyarakat untuk hidup sehat, PT Merck Tbk juga melakukan pemeriksaan gratis dalam menjalani programnya dan bila ditemukan adanya penderita Anemia saat pemeriksaan tersebut, maka si penderita akan diberikan Sangobion, dimana didalamnya mengandung suatu Fe (zat besi) untuk mencegah Anemia & vitamin B12 untuk sintesa factor intrinsic.

Serta suatu formula khusus, yaitu zat ‘Sorbitol’, yang berfungsi meningkatkan absorpsi zat besi tanpa menimbulkan efek konstipasi / sulit buang air & rasa mual, sehingga berdampak pada peningkatan jumlah Hb darah mencapai 1,2 gr% dalam jangka waktu ± 2 minggu dibanding tanpa formula khusus tersebut, yang hanya meningkat sebesar 0,4 gr% dalam jangka waktu yang sama.

Sadar akan keberadaannya tidak hanya berada dalam lingkungan pebisnis tetapi juga berada dalam lingkungan masyarakat, PT Merck Tbk telah banyak mewujudkan cinta kasihnya kepada masyarakat tidak hanya melalui program kampanye Anti Anemia saja, tetapi juga melalui serangkaian program lainnya, antara lain: Pelayanan masyarakat dalam bidang terapi diabetes, seminar safety (keamanan) bagi para pelanggan, pemeriksaan air & air limbah, hingga dilaksanakannya 70 seminar publik.


Read More...